Rabu 09 Nov 2022 21:15 WIB

Mengenal Teknik Pembuatan Seni Ebru

Ebru memiliki teknik sendiri dalam pembuatannya.

Seni lukis Ebru.
Foto: transturk.com.au
Seni lukis Ebru.

IHRAM.CO.ID, Seperti seni lainnya, ebru memiliki teknik sendiri dalam pembuatannya. Pada masa-masa awal, pembuatan ebru dilakukan dengan memercikkan warna yang berupa tetas empedu sapi ke permukaan air di dalam sebuah bak. Kemudian, itu semua dicampur dengan kitre atau karet tragacanth.

Secara hati-hati, kemudian kertas diletakkan di atas bak, lalu corak yang dihasilkan dari percikan warna pada bak itu dipindahkan ke dalam kertas. Sehingga, setiap karya ebru merupakan hasil cetakan yang sangat unik.

Baca Juga

Untuk mendapatkan hasil karya ebru yang indah, orang perlu memiliki tangan yang terampil, cita rasa yang tinggi, dan pikiran yang terbuka untuk membentuk pola-pola yang tak terduga di atas air. Kesabaran dan pengetahuan menjadi modal besar bagi seniman ebru.

Beragam bahan juga dibutuhkan untuk menghasilkan ebru. Saat masa pemerintahan Islam, getah karet tragacanth yang diperoleh dari batang tanaman berduri menjadi salah satu bahan utama. Tanaman itu, gaven, tumbuh secara alami di Anatolia, Persia, dan pegunungan Turkistan.

 

Getah yang keluar dari hasil goresan pada tanaman itu berwarna putih. Setelah disaring, baru dapat digunakan untuk mewarnai. Ada sejumlah seniman ebru yang menggunakan sayuran sebagai bahan pewarna dalam karya mereka.

Di sisi lain, Anatolia juga dikenal sebagai wilayah yang sangat kaya dengan bahan-bahan alami yang bisa dijadikan sebagai pewarna. Tanah dan lumpur, setelah disaring halus, dapat juga digunakan sebagai bahan pewarna.

Sementara itu, kuas yang biasa digunakan biasanya terbuat dari bulu kasar kuda yang diikat ke batang bunga mawar. Kuas ini juga memiliki tingkat ketebalan masing-masing dan digunakan dalam pewarnaan sesuai dengan ketebalan warna yang diinginkan.

Sedangkan, bak yang digunakan untuk merendam kertas biasanya terbuat dari kayu yang memiliki kedalaman 5-6 cm. Sedangkan, air yang digunakan untuk merendam kertas harus bebas kalsium untuk menghindari pudarnya warna.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement