Perjuangan Bibi Rasulullah

Selasa , 22 Nov 2022, 23:16 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Sahabat Nabi
Ilustrasi Sahabat Nabi

IHRAM.CO.ID,  Shafiyyah binti Abdul Muthalib, yang tak lain adalah bibi Rasulullah, dalam kisah Perang Khandaq (Perang Parit). Dalam perang itu, pasukan musuh bersekutu untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Ketika keluar Madinah untuk menghadapi musuh, Rasulullah menempatkan kaum Muslimah, termasuk Shafiyyah, di benteng yang dijaga Hassan bin Tsabit, penyair Nabi SAW.

 

Terkait

Situasi di Madinah sangat gawat kala itu karena dikepung dari segenap penjuru. Pengkhianatan Yahudi Bani Quraidhah membuat Madinah terancam tidak saja dari luar, tetapi juga dari dalam. Di situlah Shafiyah melihat orang Yahudi berkeliling di sekitar benteng dan melewati parit pertahanan.

Baca Juga

Catatan sejarah Ibnu Hisyam yang dinukil dari sejarawan Ibnu Ishaq menyebutkan, saat itu Shafiyah berkata kepada Hassan, “Hai, Hassan, orang Yahudi itu mengelilingi benteng. Aku khawatir dia akan menunjukkan rahasia kita kepada orang-orang Yahudi yang di belakang kita.”

Hassan yang takut perang dan menghindari pertempuran berdiam diri sehingga keselamatan para Muslimah yang berada di dalam benteng terancam. Saat itulah Shafiyah memutuskan untuk mengambil tindakan. Ia mengambil sebatang tiang kemah dan keluar dari benteng, lalu memukulkan tiang itu ke bagian belakang kepala sang Yahudi hingga roboh ke tanah.

Ibnu Ishaq menyatakan, ”Shafiyyah adalah Muslimah pertama yang membunuh orang musyrik.” Dua tahun sebelum peristiwa pembunuhan itu, Shafiyyah juga ambil bagian dalam Perang Uhud. Ia menyediakan air minum bagi pasukan, mempersiapkan panah, mengobati yang terluka, dan dengan sebatang tombak menghalau pasukan Muslimin yang mencoba lari dari peperangan.

Selain mereka, puluhan wanita Muslimah lainnya turut mencatatkan nama mereka sebagai perempuanpe rempuan istimewa pada masanya. Kisah Ummu Haram binti Malhan yang syahid dalam Perang Qabrus serta Nailah binti al-Farafishah, istri Khalifah Utsman bin Affan, yang ikut mengangkat pedang untuk membela suaminya saat terjadi perpecahan umat Islam pada 35 H, merupakan contoh teladan lainnya.

sumber : Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini