Sungai Tigris dan Masa Keemasan Peradaban Islam

Rabu , 23 Nov 2022, 22:00 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Sungai Tigris
Sungai Tigris

IHRAM.CO.ID,  Islam mulai masuk ke daerah Mesopotamia pada abad VII M. Pasukan Muslim berhasil meruntuhkan kekuatan Dinasti Sassanid yang telah sekian lama menguasai daerah subur itu. Untuk bisa benar-benar menguasai daerah yang saat ini bernama Irak itu, setidaknya tentara Islam perlu tiga kali penyerangan.

 

Terkait

Ekspedisi militer pertama dipimpin oleh Khalid bin Walid. Namun, ketika Khalid dipindahtugaskan, pasukan Muslim tidak siap menahan serangan balik pihak lawan. Serangan kedua pada sekitar tahun 636 M dipimpin Saad ibnu Abi Waqqas. Berkat kepemimpinannya pada perang Qadisiyyah, tentara Islam akhirnya benar-benar bisa menguasai Mesopotamia.

Baca Juga

Akan tetapi, pasukan dari Dinasti Sassanid masih tetap berinisiatif untuk menyerang. Maka, melalui perintah langsung dari Khalifah Umar bin Khattab, dilakukanlah serangan langsung ke pusat kerajaan Dinasti Sassanid pada 642 M. Dinasti itu kemudian tunduk di bawah kekuasaan Islam pada 644 M. Wilayah yang juga disebut Persia tersebut pada akhirnya memeluk Islam. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu kemudian menjadi agama yang dominan di wilayah tersebut.

Pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiah, ibu kota peradaban Islam yang semula berada di Damaskus, Suriah, dipindahkan ke Baghdad, Irak, yang letaknya tepat di sebelah barat Sungai Tigris. Pada masa kekuasaan dinasti ini, birokrasi dan ketentaraan diatur dengan baik. Sehingga, kekuatan dan kekuasaannya semakin melebar. Pada era kekuasan Harun ar-Rasyid, Islam mencapai masa keemasannya.

Di era kepemimpinan Khalifah Harun ar-Rasyid, Baghdad menjadi salah satu kota terkaya di dunia. Selama sekitar lima abad, kota tersebut membangun berbagai tempat indah. Mulai dari masjid, tempat pemandian, pasar, sampai taman. Sudah sejak lama Sungai Tigris menjadi salah satu media atau jalur perdagangan penting di daerah Mediterania.

Dengan kapal-kapal yang bisa mengarungi sungai besar, barang-barang dagangan bisa dengan bebas diangkut di rute Baghdad, Mosul, dan Basra. Kapal dari Cina yang membawa porselin, dari nusantara dan India yang membawa rempah-rempah, dari Turkmenistan yang membawa lapis lazuli, serta dari Afrika Timur yang membawa gading dan emas.

Secara geografis, Sungai Tigris telah membagi Baghdad menjadi dua bagian, Rusafa dan Karkh. Keduanya saat ini dihubungkan dengan beberapa jembatan. Di Rusafa terdapat Jalan al-Rashid, jalan utama yang merupakan pusat perdagangan di Baghdad.

Sejajar dengan jalan itu, terdapat jalan Khalifah yang banyak terdapat masjid-masjid bersejarah. Sedangkan di Karkh, sisi barat Kota Baghdad, terdapat Jalan Damaskus yang langsung menuju ke bandara internasional Irak. Sungai Tigris telah menjadi saksi kejayaan Islam di era kekhalifahan.

sumber : Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini