Pesona Masjid Mohammad Al-Amin Beirut

Selasa , 29 Nov 2022, 16:00 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Masjid Mohammad Al-Amin, Beirut, Lebanon.
Masjid Mohammad Al-Amin, Beirut, Lebanon.

IHRAM.CO.ID, Dalam sejumlah survei mengenai masjid indah di dunia, Masjid Mohammad Al-Amin tercatat ke dalam salah satu daftarnya. Pesona yang melekat dari masjid ini tentunya terletak dari arsitektur dan ornamen-ornamen seni yang melekat di dalamnya.

 

Terkait

Arsitek masjid ini, Azmi Fakhuri, mengakui, masjid kebanggaan masyarakat Lebanon ini mengadopsi konsep dari Masjid Sultan Ahmad di Istanbul, Turki. Masjid legendaris ini menjadi representasi dari kejayaan Turki Usmani. Adopsi tersebut bisa dilihat dari warna dome atau kubah yang berwarna biru pada Masjid Mohammad Al-Amin. Lalu, ciri lainnya juga terlihat dari empat menara berbentuk runcing yang mengikuti bentuk menara buatan arsitek termasyhur, Kodja Mimar Sinan. Umumnya, bentuk menaranya memiliki tampilan yang ramping dengan ujung runcing layaknya sebuah pensil.

Baca Juga

Sedangkan, dari sisi ornamen, melansir informasi yang tertulis di laman Discoverlebanon, masjid ini ternyata lebih banyak mencomot gaya dari arsitektural Mamluk di Mesir. Gaya Mamluk ini bisa ditemukan ketika melangkahkan kaki ke dalam masjid. Harout Bastajian yang diberikan tanggung jawab untuk menggarap lukisan dekoratif dan ornamentasi di dalam masjid begitu lekat dengan gaya arsitektur Mamluk.

Kobaran matahari

Dua paduan arus besar arsitektur Islam tadi ternyata mampu diracik secara apik menjadi sebuah keindahan yang khas dan membanggakan bagi masyarakat Beirut. Itu bisa disaksikan lewat bangunan masjid dengan luas sekitar 10 ribu meter persegi tersebut.

Sementara itu, eksotisme Masjid Mohammad Al-Amin ini rupanya memiliki pesona yang lebih memikat ketika malam telah tiba. Bangunan masjid yang berwarna kuning itu memancarkan warna yang cukup menyala. Warna kuning yang melekat pada tubuh bangunan masjid ini juga bersenyawa dengan warna biru di bagian kubah masjid.

“Bagian kubah yang memancarkan warna biru jernih itu mampu membaur dengan kilauan warna emas yang membuatnya memberikan efek layaknya kobaran matahari Lebanon,” demikian ditulis Joseph Matar, seorang kolumnis di laman Discover Lebanon.