Ar-Rubayyi Binti Mu’awwidz Mujahidah Tangguh dan Perawi Hadis

Kamis , 01 Dec 2022, 20:20 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Sahabat Perempuan Nabi - Muslimah
Ilustrasi Sahabat Perempuan Nabi - Muslimah

IHRAM.CO.ID,Namanya memang tidak banyak dikenal seperti sahabiyah utama lainnya. Namun, pada masanya sosok mujahidah yang satu ini begitu terkenal. Baginda Rasulullah SAW pun sangat menghormatinya. Dialah Rubayyi binti Mu'awwidz bin Afra al-Anshariyyah. Seperti kebanyakan wanita Anshar lainnya, Rubayyi merupakan sosok pemberani. Keberaniannya ditunjukkan dalam dua bidang paling utama dalam Islam, yakni jihad dan ilmu.

 

Terkait

Rubayyi tak segan menghunus pedang guna berdiri bersama pasukan lainnya. Lebih sering ia berdiri bersama para sahabiyah lainnya guna merawat mujahid Islam yang terluka. Dalam ilmu pengetahuan, seperti kaumnya, ia tak segan bertanya tentang agama. Ia juga sering mengikuti Rasulullah SAW. Maka tak heran, banyak hadis yang memiliki jalur periwayatan darinya.

Baca Juga

Keberaniannya itu menurun dari ayahnya Mua'wwidz. Ayahnya tergabung dalam sebuah kelompok yang berhasil membunuh Abu Jahal dalam Perang Badar. Kebencian keluarga Abu Jahal terhadap keluarga Mua'wwidz pun terus mengemuka. Kisah keberanian membela keluarga dan agamanya terlukis dalam dialognya dengan ibu Abu Jahal, Asma binti Makhrabah.

Suatu ketika, Rubayyi ada keperluan mengambil minyak wangi dari Asma. Lalu Asma menanyakan nasab Rubayyi. Rubayyi menerangkan asal usul nasabnya. Mengetahui Rubayyi dari keluarga yang membunuh anaknya, Asma berkata, “Engkau adalah anak perempuan dari seorang pembunuh tuannya (Abu Jahal).”

Kemudian, dengan berani Rubayyi' menjawab, “Aku adalah anak perempuan dari seorang pembunuh budaknya.” Seketika, jawaban itu membekukan kalimat Asma. Ia hanya terdiam dan tidak berani melawan keberanian ar-Rubayyi.

Keberanian dan ketangguhannya di medan perang tidak menggerus sifat wanitanya yang lemah lembut. Bahkan, ia terkenal dengan keilmuannya. Pasalnya, Rubayyi termasuk salah satu yang berbaiat kepada Rasulullah SAW.

Sehingga, ia tak hanya piawai dalam medan peran, tapi juga sangat berwawasan luas. Keberlimpahan ilmu yang dimiliki menjadikannya sebagai rujukan bertanya bagi sejumlah sahabat.

Begitu pula dengan Aisyah RA yang mengutip 21 hadis dari ar-Rubayyi. Khalid bin Dzakwan, Sulaiman bin Yasar, dan Abu Ubaidah nin Ammar nin Yasir, turut meriwayatkan hadis dari mujahidah itu. Hadis-hadis riwayat Bukhari dan Muslim pun banyak yang bermuara pada ar-Rubayyi.

Luasnya ilmu yang diperolehnya, tak terlepas dari intensitas komunikasinya dengan Rasulullah SAW dan tertuang dalam berbagai hadis. Sehingga, ia dikenal sebagai salah satu perawi hadis Rasulullah SAW.

Salah satunya adalah riwayat detail tentang wudhu Rasulullah. Dikisahkan, ketika Rasulullah berwudhu di rumahnya dan bersabda, “Tuangkan air wudhu untukku!”

Sehingga, Ar-Rubayyi menjadi sahabiyah satu-satunya yang meriwayatkan secara detail tentang wudhu Rasulullah. Ibnu Majah menakhrij hadis darinya bahwa Rasulullah berwudhu dengan membasuh sebanyak tiga kali-tiga kali.

Kedekatannya dengan Rasulullah, membuatnya sangat mengagumi Nabi SAW. Dikisahkan dari Abu Ubaidah bin Muhammad bin 'Ammar, ia pernah bertanya tentang gambaran sosok Rasulullah kepada Rubayyi.

“Wahai anakku, jika engkau melihat Rasulullah SAW, niscaya engkau melihatnya laksana matahari yang sedang terbit,” ujar sahabiyah yang wafat di masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan ini.

Sepanjang hidupnya hingga ia meninggal dunia, Rubayyi termasuk salah satu deretan Muslimah yang terhormat. Keberanian dan keilmuan yang tertanam dalam dirinya tak diragukan oleh Rasulullah dan para sahabat. Ungkapan dan pujian untuknya pun pernah diucapkan oleh Musa bin Harun al-Hammal, “Ia patut memiliki kehormatan yang tinggi,”. 

sumber : Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini