Selasa 13 Dec 2022 13:38 WIB

Imam Masjid Scarborough Trauma Setelah Mendapatkan Serangan

Polisi Toronto mengatakan serangan itu bersifat ringan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Kaca Masjid Toronto di Kanada yang pecah dirusak orang. Sudah enam kali dalam tiga bulan Masjid Toronto menjadi sasaran perusakan atau vandalisme.
Foto: Muslim Association of Canada/Twitter
Kaca Masjid Toronto di Kanada yang pecah dirusak orang. Sudah enam kali dalam tiga bulan Masjid Toronto menjadi sasaran perusakan atau vandalisme.

IHRAM.CO.ID,SCARBOROUGH -- Seorang imam masjid di Scarborough, Toronto, mengaku mengalami trauma setelah diserang oleh penyusup. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Polisi Toronto mengaku mendapat panggilan ke sebuah masjid di Scarborough, Senin (12/12/2022). Dalam laporan yang diterima, diduga seorang penyusup berusaha menyerang seorang imam saat sholat subuh.

Baca Juga

Insiden itu terjadi sekitar pukul 7 pagi di Islamic Foundation of Toronto (IFT) di 441 Nugget Ave., yang berada di dekat Markham Road dan McLevin Avenue.

Menurut keterangan dari pihak masjid, sang imam mendapatkan serangan. "Dua jamaah yang pemberani dengan cepat menahan pelaku dan menelepon 911,” tulis IFT dalam cuitannya di Twitter, dikutip di //CP24//, Selasa (13/12/2022).

Lebih lanjut, mereka menyebut Polisi Toronto telah membawa orang itu dan sedang melakukan penyelidikan. Pihak masjid pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga diri masing-masing.

Dalam keterangannya, Polisi Toronto mengatakan serangan itu bersifat ringan dan tidak ada yang terluka. Kasus itu tidak diselidiki sebagai kejahatan rasial karena orang yang ditangkap memiliki masalah kesehatan mental, yang mana sejauh ini belum ada tuntutan yang diajukan.

Di sisi lain, Dewan Nasional Muslim Kanada menyatakan keprihatinannya mengingat insiden tersebut tidak diselidiki sebagai kemungkinan motif kebencian.

Dalam informasi terbaru Senin (12/12/2022) sore, polisi Toronto mengatakan mereka terus menyelidiki dan tetap melakukan komunikasi yang dekat dengan pimpinan komunitas.

“Polisi Toronto menyelidiki semua potensi kejahatan rasial sepenuhnya. Jika tuduhan diajukan, pembaruan akan diberikan," kata mereka dalam cuitannya.

Adapun dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke Facebook pada Senin sore, imam Syekh Yusuf Badat mengatakan dia dan jamaahnya merasa trauma, ketakutan dan sangat khawatir setelah insiden mengerikan itu.

Mereka disebut menginginkan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang belum terjawab. Termasuk mengapa tersangka diizinkan pergi dengan kendaraan setelah melakukan penyerangan.

“Saya berdoa agar tidak ada individu atau komunitas yang mengalami kejadian mengerikan yang dialami oleh jamaah IFT dan saya sendiri pagi ini,” kata dia.

Di sisi lain, Walikota Toronto John Tory pun turut menyatakan keprihatinannya tentang insiden tersebut. Ia menyebut merasa lega setelah mengetahui tidak ada yang terluka.

“Tempat ibadah harus selalu menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga kita. Saya berterima kasih kepada jamaah yang turun tangan untuk membantu dan kepada Polisi Toronto karena menanggapi insiden ini dan menyelidikinya," ujarnya.  

Sumber:

https://www.cp24.com/mobile/news/imam-says-he-is-traumatized-after-allegedly-being-assaulted-by-intruder-at-scarborough-mosque-1.6190947

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement