Ahad 15 Jan 2023 19:28 WIB

Rekrut 200 Pengawas, Masjidil Haram Tingkatkan Pelayanan Jelang Haji

Masjidil Haram menjadi tujuan utama jamaah haji dari berbagai kawasan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Erdy Nasrul
Muslim berjalan di teras masjid usai melaksanakan Shalat Subuh di Masjidil Haram Mekkah, Arab Saudi, Kamis (1/12/2022).Dua kota suci Mekkah dan Madinah memasuki musim dingin dimana suhunya mencapai 22 derajat celcius.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Muslim berjalan di teras masjid usai melaksanakan Shalat Subuh di Masjidil Haram Mekkah, Arab Saudi, Kamis (1/12/2022).Dua kota suci Mekkah dan Madinah memasuki musim dingin dimana suhunya mencapai 22 derajat celcius.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah memperkuat upayanya selama musim hujan di Masjidil Haram. Usaha tersebut dilakukan oleh Badan Kepresidenan Umum untuk Pelayanan dan Perlindungan Lingkungan.

Lembaga tersebut dilaporkan telah merekrut lebih dari 200 pengawas. Mereka berpartisipasi dalam mengawasi lebih dari 4000 pekerja pria dan wanita di wilayah masjid.

Wakil Sekretaris Presidensi Umum untuk Layanan dan Perlindungan Lingkungan, Eng. Ahmed bin Omar Bal'amish, menyatakan area Tawaf, tempat shalat, pintu masuk dan keluar disiapkan segera setelah hujan berhenti hanya dalam waktu seperempat jam.

Kepresidenan mengintensifkan upaya penanggulangan dampak hujan yang turun pada Sabtu kemarin di atas Masjidil Haram. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan jamaah shalat, jamaah umrah, maupun pengunjung Masjidil Haram, agar dapat menunaikan ibadah dengan mudah dan lancar.

"Sekitar 500 mesin dan peralatan telah digunakan untuk menghilangkan dampak hujan dari area Tawaf, alun-alun luar, serta atap Masjidil Haram," ujar dia dilansir di Riyadh Daily, Ahad (15/1/2023).

Pihaknya juga sedang mengintensifkan persiapannya untuk kasus mendesak seperti itu, dengan menjalankan rencana darurat. Upaya mengintensifkan pekerjaan pun dilakukan, sekaligus mengembangkan rencana pencegahan dalam persiapan menghadapi hujan lebat.

Usaha-usaha ini dilakukan berdasarkan distribusi tenaga kerja dan aparat pengawas ke lokasi dalam jumlah yang cukup. Tujuannya, agar dapat menutupi kebutuhan untuk memberikan layanan terbaik kepada mereka yang mengunjungi Dua Masjid Suci.

Bal'amish melaporkan pihaknya juga menyediakan jas hujan dan alat bantu jalan plastik, dalam jumlah yang cukup. Peralatan ini tersebar di pintu masuk utama dan sekunder, serta di pintu masuk eskalator.

Tidak hanya itu, timnya berupaya membersihkan lubang drainase dan ruang inspeksi, untuk memastikan tidak ada kerusakan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement