Rekrutmen Petugas Haji Jawa Timur Diikuti 1.179 Peserta

Rabu , 25 Jan 2023, 18:11 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Erdy Nasrul
Operasional Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, resmi ditutup pada Jumat (5/8) sore. Kepala Pusat Kesehatan HajiBudi Sylvana, menyematkan tanda pin PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan kepada semua petugas yang bekerja memberikan pelayanan.
Operasional Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, resmi ditutup pada Jumat (5/8) sore. Kepala Pusat Kesehatan HajiBudi Sylvana, menyematkan tanda pin PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan kepada semua petugas yang bekerja memberikan pelayanan.

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Jatim, Abdul Haris mengungkapkan, ada sebanyak 1.179 peserta yang mengikuti rekrutmen petugas haji se-Jawa Timur dan mengikuti Computer Assesment Test pada Rabu (25/1). Pelaksanaan tes dilaksanakan di kantor Kemenag kabupaten/ kota setempat ataupun tempat yang ditunjuk secara serentak.

 

Terkait

Abdul Haris menjelaskan, dari 1.179 peserta rekrutmen di Jatim, 382 peserta di antaranya mendaftar pada formasi TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia). Kemudian 297 peserta mendaftar pada formasi TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia), 310 peserta formasi akomodasi, dan 33 peserta formasi transportasi.

"Ada juga 138 peserta formasi konsumsi, 16 peserta formasi Bimbad, dan 3 peserta formasi Siskohat," ujarnya.

Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Husnul Maram berharap, pelaksanaan CAT dapat menghasilkan petugas haji yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah. Ia pun meminta calon petugas haji, ketika lolos agar melayani jamaah haji dengan sepenuh hat dan jiwa.

"Niatkan membantu jamaah agar ibadah hajinya sempurna. Keluarkan semua tenaga dan pikiran kita agar jamaah kita menjadi haji mabrur," kata Husnul.

Husnul melanjutkan, CAT yang digelar merupakan tes tahap pertama. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti CAT dan praktik pada seleksi di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi. Ia mengatakan, penggunaan CAT merupakan bagian dari proses transformasi digital di Kementerian Agama.

"Dari tahapan seleksi ini, diharapkan berlangsung lebih sportif dan kompetitif sehingga memperoleh petugas haji yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini