Rabu 18 Sep 2013 13:43 WIB

Penjadwalan Tawaf Ifadhah Dikaji

Rep: Nur Hasan Murtiaji/ Red: A.Syalaby Ichsan
Umat Islam saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Foto: Antara
Umat Islam saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Komite Pengawas Haji Indonesia (KPHI) meminta adanya perhatian khusus kepada jamaah selama prosesi di Masjidil Haram terkait pemugaran yang dilakukan. Salah satunya terkait dengan penjadwalan tawaf ifadhah.

"Situasi Haram harus menjadi perhatian serius, khususnya terkait keamanan di tempat tawaf ketika pelaksanaan tawaf ifadhah,” kata Anggota KPHI Syamsul Ma’arif saat rapat kerja bersama Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Selasa, seperti dikutip Media Center Haji, Rabu (18/9).

Mengantisipasi kepadatan jamaah akibat pemugaran Masjidil Haram, KPHI mengusulkan agar pelaksanaan tawaf ifadhah dijadwal. “Kloter menengah dan akhir sebaiknya tidak melakukan tawaf ifadhah pada hari tasyrik. Sebalinya, ayyamut tasyrik dikhususkan bagi kloter awal yang akan segera pulang ke Tanah Air,” kata Syamsul.

Ketua rombongan KPHI Sarmidin Natsir mengaku khawatir dengan kondisi terkini Masjidil Haram. Setelah semalam mengamati langsung kondisi Masjidil Haram, menurutnya, perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keamanan jamaah.

Hal penting yang mesti dilakukan, ungkapnya, adalah simulasi pergerakan jamaah di Masjidil Haram, khususnya dari area tawaf (mathaf) menuju area sai (mas’a), termasuk juga mengenai pintu keluarnya. Sarmidin meminta agar kekuatan personel di sektor khusus ditambah.

Mengenai permintaan penjadwalan thawaf ifadhah, Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menjelaskan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji terus memikirkan dan melakukan langkah terbaik menyikapi kondisi terkini Masjidil Haram.

“Kami sudah membuat alur keluar masuk Masjidil Haram yang aman dan sudah kami sosialisasikan ke berbagai media di Tanah Air,” kata Arsyad.

Daker Makkah juga merencanakan memberikan pemahaman kepada jamaah haji Indonesia terkait kondisi terkini Masjidil Haram, bahkan sejak mereka pertama kali akan memasuki Makkah.

“Begitu sampai Kota Makkah dan sebelum turun dari bus, kita akan meminta kepada masing-masing ketua regu atau ketua rombongan untuk membacakan beberapa poin pengumuman terkait hal-hal yang perlu diperhatikan selama di Makkah, termasuk mengenai kondisi terkini Haram,” kata Arsyad.

Bahkan, pihaknya mengupayakan agar pemberian pemahaman ini sudah dilakukan sejak jamaah akan meninggalkan Madinah. “Kami menyambut baik usulan KPHI mengenai pengaturan waktu tawaf ifadhah dan itu sangat rasional untuk dilakukan,” kata Arsyad.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement