Selasa 07 Oct 2014 11:04 WIB

Tempat-Tempat Mustajabah di Tanah Suci (2-habis)

Rep: Hannan Putra/ Red: Chairul Akhmad
Raudah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Foto: Republika/Yogi Ardhi/ca
Raudah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

2. Hijr Ismail

Hijr Ismail adalah bangunan terbuka, berbentuk setengah lingkaran, berada di sebelah sisi barat Ka’bah. Disebut Hijr Ismail karena merupakan tempat berteduh Nabi Ismail Dan Siti Hajar. Hijr Ismail juga merupakan salah satu tempat yang mustajabah untuk berdoa.

Jika ingin shalat di dalam Ka’bah cukup shalat di Hijr Ismail ini. Seperti sabda Nabi SAW ketika Aisyah RA minta izin kepada Rasulullah untuk masuk ke Ka’bah untuk shalat, maka Nabi SAW membawa Aisyah ke Hijr Ismail, dan bersabda, “Shalatlah kamu di sini kalau ingin shalat di Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.” (HR Tirmidzi).

Dalam buku Sejarah Kota Makkah disebutkan bahwa panjang Ka’bah adalah tiga meter ke arah Hijr Ismail. Dikarenakan adanya pemugaran oleh kaum Quraisy dan sifat bakhilnya saat itu, maka Ka’bah menjadi lebih kecil seperti bangunan sekarang.

Jadi, Hijr Ismail yang masih dianggap masuk Ka’bah seperti yang ditunjukkan Rasulullah tersebut adalah tiga meter dari tembok Ka’bah yang berhadapan dengan Hijr Ismail. Panjang Hijr Ismail sekitar tujuh meter dari tembok Ka’bah sampai lengkung setengah lingkaran.

3. Maqam Ibrahim

Maqam berarti tempat pijakan. Maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim untuk berpijak ketika membangun Ka’bah. Menurut salah satu riwayat, batu ini merupakan salah satu batu yang turun dari surga seperti halnya Hajar Aswad.

Batu pijakan ini layaknya seperti tangga elevator yang bisa naik dan turun. Ketika Nabi Ibrahim membangun Ka’bah—saat tembok Ka’bah ditinggikan—batu pijakan tersebut juga ikut naik.

Pada batu ini terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Disunahkan shalat dua rakaat setelah selesai thawaf di belakang Maqam Ibrahim ini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa.

Tempat Mustajabah di Masjid Nabawi

Sama halnya dengan Masjidil Haram, seluruh tempat di Masjid Nabawi pada dasarnya merupakan tempat mustajabah untuk berdoa. Namun demikian, ada juga tempat yang secara khusus disebutkan dalam hadis bahwa Raudhah merupakan tempat yang paling mustajabah di dalam Masjid Nabawi.

Raudhah adalah ruang di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW. Keutamaan tempat ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di antara rumah dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.”

Ada pendapat bahwa tempat ini kelak akan berpindah ke akhirat. Ibnu Hajar mengemukakan, rahmat dan anugerah kebahagiaan yang turun ke tempat tersebut seperti yang turun ke taman surga, disebabkan karena dzikir kepada Allah SWT yang dilakukan terus-menerus di tempat itu. Ia menambahkan bahwa ibadah yang dilakukan di Raudhah akan membawa pelakunya ke surga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement