Kamis 01 Oct 2015 09:07 WIB
Insiden Mina

Jamaah dan Keluarga Korban Insiden Mina Dimudahkan Pulang Dini

Rep: c 07/ Red: Indah Wulandari
 Sejumlah jamaah haji asal Medan dan Padang Lawas Utara tiba di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/9).
Foto: Antara/Septianda Perdana
Sejumlah jamaah haji asal Medan dan Padang Lawas Utara tiba di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/9).

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada jamaah dan keluarga korban insiden Mina jika akan mengajukan pulang dini atau tanazul.

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menegaskan bahwa PPIH Daker Makkah telah menyiapkan fasilitas tanazul bagi jamaah yang ingin mengajukan mutasi atau pulang dini.

“Bagi jamaah yang kebetulan keluarganya terkena musibah pada peristiwa Mina, kami memberikan kemudahan dan fasilitas  untuk dapat pulang lebih dini dengan mengajukan tanazul,” terang Arsyad dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id , Kamis (1/10).

Menurut Arsyad, saat ini banyak jamaah, khususnya yang sakit atau mempunyai kepentingan lain yang  mengajukan tanazul ke PPIH Daker Makkah. Namun, dari pihak korban peristiwa Mina sampai saat ini baru satu orang, yaitu  atas nama Suparno dari BTH 14.

“Kami membuka peluang kepada yang lain yang keluarganya menjadi korban peristiwa Mina untuk mengajukan. Ini sebagai bentuk bantuan dari kami dan bentuk penghormatan kami kepada mereka,” ujarnya.

Jamaah yang akan mengajukan tanazul, kata Arsyad,  agar segera  mengajukan surat secara tertulis kepada ketua kloter yang kemudian akan dilanjutkan ke ketua sektor.

Pengajuan dari ketua sektor itu kemudian diteruskan kepada Kepala Daker Makkah. Mekanisme selanjutnya, Kepala Daker Makkah mengecek kemungkinan adanya seat (kursi) kosong.

“Ketika ada seat kosong, maka kami akan memberikan persetujuan pengajuan tanazul,” terang Arsyad.

“Selanjutnya, paspor jamaah yang mengajukan tanazul yang  berada di maktab awal   saat kedatangan  akan dipindahkan  menuju maktab  yang baru atau maktab yang dituju,” tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement