Senin 15 Aug 2016 14:39 WIB

Kesederhanaan Miqat di Hudaibiyah

Masjid Hudaibiyah
Foto: paramanio
Masjid Hudaibiyah

Oleh: Ratna Puspita, Wartawan Republika

 

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Saya mengenal Hudaibiyah sebagai tempat terjadinya bai'ait pada 7 Hijriah. Pada tahun yang sama di wilayah ini, ada perjanjian atau perdamaian antara Rasulallah SAW dan orang-orang kafir Makkah selama 10 tahun. Namun, perjanjian Hudaibiyah hanya berlangsung selama dua tahun karena orang-orang kafir Makkah berkhianat.

Hudaibiyah terletak di luar kawasan tanah Haram, atau berjarak 23 kilometer dari Masjidil Haram. Wilayah ini merupakan kawasan padang pasir yang luas dan tempat pengembalaan hewan ternak unta dan kambing. Karena itu, perjalanan ke Hudaibiyah dibarengi dengan keinginan melihat unta.

Saya berkesempatan melakukan miqat di Masjid Hudaibiyah setelah prosesi haji rampung. Juga ketika tidak terlalu sibuk dengan peliputan. Pada 7 Oktober 2015 siang, mobil melaju keluar Kota Makkah. Sebelum ke Hudaibiyah, mobil berhenti di Museum Haramain yang merupakan Museum Dua Tanah Suci.

(Baca: Di Mana Lokasi Miqat?)

Setelah melihat-lihat koleksi di museum itu, mobil membawa kami ke Hudaibiyah. Tidak berapa lama, kami bisa melihat penggembalaan unta di kanan-kiri. Namun, matahari yang mulai tenggelam di bagian barat langit mengurungkan kami untuk melihat dari dekat penggembalaan unta. Mobil langsung melaju ke tempat miqat di Hudaibiyah.

Matahari sudah tenggelam ketika kami tiba di tempat miqat ini. Namun, saya masih bisa melihat puing-puing bekas masjid lama di bagian belakang masjid baru. Susunan bata yang menjadi dinding masih terlihat di beberapa bagian. Masjid ini tidak memiliki atap. Masjid ini juga sudah tidak digunakan, dan tidak tampak ada pemeliharaan.

Tidak seperti Masjid Tan'im, tempat miqot di Hudaibiyah sangat sederhana. Masjid ini memiliki beberapa kamar mandi dan tempat wudhu. Tapi, tidak terlalu senyaman di Masjid Tan'im. Luas masjid tidak sebesar Masjid Aisyah. Begitu pula dengan fasilitas parkir.

(Baca: Miqat di Masjid Aisyah)

Namun, ini dapat dipahami lantaran tidak banyak jamaah yang mengambil miqat di Hudaibiyah. Ketika melakukan miqat di Hudaibiyah, saya hanya bertemu dua rombongan besar dari Turki dan Indonesia.

Ada pula beberapa rombongan kecil. Karena itu, jamaah tidak bakal kesulitan memarkirkan kendaraannya, mandi, berihram, dan shalat di masjid ini. Tidak jauh dari masjid, jamaah juga bisa menemukan tempat makan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement