Rabu 16 Aug 2017 19:12 WIB

PPIH Bersiap Hadapi Puncak Kedatangan Jamaah di Jeddah

Rakor persiapan penyambutan jamaah jelang fase puncak kedatangan di Bandara KAAIA Jeddah
Foto: dok. Kemenag.go.id
Rakor persiapan penyambutan jamaah jelang fase puncak kedatangan di Bandara KAAIA Jeddah

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Jelang puncak kedatangan jemaah haji dunia di Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  (PPIH) melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya berkoordinasi dengan  Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Koordinasi penting untuk memastikan jamaah haji Indonesia tetap mendapatkan layanannya dalam durasi yang semakin cepat. Langkah koordinatif ini diapresiasi pejabat otoritas urusan layanan haji di Bandara Jeddah Hani Baaqil.

Dia mengapresiasi, proses layanan kedatangan jamaah haji Indonesia di Bandara Jeddah yang tetap berlangsung lancar. Meski Indonesia adalah negara dengan jamaah terbanyak, namun menurut Hani, tetap taat aturan.

Hani berharap, sinergi PPIH dengan Kementerian Haji Arab Saudi bisa terus diperkuat, utamanya dalam menghadapi puncak kedatangan jamaah yang akan berlangsung tiga hari ke depan. Tidak hanya Indonesia, jamaah dari berbagai negara pada hari itu akan tiba di Jeddah dalam waktu yang hampir bersamaan. Jumlahnya pun bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

“Setelah jamaah keluar dari pintu imigrasi ke plasa menuju bus waktu  idealnya sekitar 40 menit,” tutur pria bergamis putih dan berkacamata ini di kantor PPIH Daker Bandara.

Kepala Daerah Kerja Bandara (Daker) PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat menjelaskan bahwa Indonesia telah mengantisipasi kepadatan di bandara Jeddah sejak dari Tanah Air. Menurutnya, Ditjen Penyelanggaraan Haji dan Umrah telah membuat surat edaran bagi jamaah gelombang kedua untuk mandi ihram sejak di embarkasi.

Selain itu, tim Daker Bandara juga membuat terobosan keberangkatan ke Makkah dalam beberapa hari ke depan. Jamaah tidak lagi harus berangkat dengan rombongan busnya, tapi bisa digabung dengan rombongan bus lain yang masih dalam satu kloter.

Terobosan ini didukung kesigapan petugas yang terus memberikan pemahaman dan arahan kepada jemaah agar proses layanan kedatangan di bandara berjalan lancar dan cepat. Selama di bandara, jamaah haji akan melewati proses pengecekan imigrasi dan beacukai. Adapun tas dan paspor jamaah akan diurus oleh maktab wukala.

Usai persiapan umrah, jamaah menuju bus yang telah disiapkan pihak Naqabah, lembaga swasta penyediaan transportasi bus antara kota. Bus ini oleh PPIH Arab Saudi telah dilakukan upgrading sehingga kualitasnya busnya dipastikan nyaman dan aman.

Terakhir, saat memasuki perbatasan kota Makkah, Muasasah Asia Tenggara akan melakukan pengecekan dokumen jemaah.

Percepatan proses layanan kedatangan di plasa bandara Jeddah ini disaksikan juga oleh Hani Baaqil. Ia memerhatikan, dengan seksama bagaimana petugas  PPIH mengarahkan jamaah agar mempercepat pemakaian kain ihram, serta menuju bus untuk di antar ke Makkah.

“Jamaah diminta mematuhi edaran ini, namun masih ada KBIH yang melarang jemaah mandi di tanah air,  selain itu masih banyak kain ihram disimpan di koper, itu bikin lama, " kata pria lulusan Al Azhar Mesir ini.

sumber : kemenag.go.id
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement