Pakistan Luncurkan Sistem Digital Pantuan Aduan Jamaah Haji

Senin , 08 Apr 2019, 17:34 WIB Reporter :Umi Nur Fadhilah/Kiki Sakinah / Redaktur : Nashih Nashrullah
Jamaah haji perempuan asal Pakistan tiba di Tanah Suci, Selasa (17/7l mengenakan sejenis sari, pakaian tradisional mereka.
Jamaah haji perempuan asal Pakistan tiba di Tanah Suci, Selasa (17/7l mengenakan sejenis sari, pakaian tradisional mereka.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD — Kementerian Agama dan Keharmonisan Antaragama Pakistan meluncurkan sistem pemantauan elektronik untuk aduan jamaah haji. 

 

Sistem pemantauan tersebut berkolaborasi dengan Punjab Information Technology Board (PITB) untuk menangani pertanyaan dan keluhan dari calon jemaah haji (calhaj). 

Terkait

Seperti dilansir di Daily Pakistan pada Senin (8/4), sistem pemantauan elektronik itu merupakan saluran bantuan untuk calhaj

Baca Juga

Selama ini, kementerian telah mengembangkan aplikasi Android bernama PakHajjMovin.Pak, Hajj Guide (Panduan Haji), dan layanan pengaduan pesan singkat (SMS) untuk penyebaran informasi ibadah haji 2019. 

Keluhan dapat didaftarkan lewat portal pendaftaran keluhan daring. Sistem pemantauan haji telah dikembangkan untuk pengawasan resmi. 

Sistem itu memiliki mekanisme mentransfer pengaduan yang tidak terselesaikan ke tingkat manajemen berikutnya. Tujuannya, agar masalah dapat ditangani lebih mudah.

Sistem itu diluncurkan saat penyelenggaraan ibadah haji 2013 dan diperbarui pada 2019. Ratusan pertanyaan atau keluhan masuk melalui sistem itu. Sejumlah permintaan berhasil ditangani atau diselesaikan sesuai permintaan jamaah haji.

Pakistan terus memperkuat mekanisme pemantauan dan pengawasan untuk operasi haji di negara tersebut dan Kerajaan Arab Saudi (KSA). Sehingga, ada pemantauan ihwal apakah skema pemerintah dan operator tur swasta (HGO) sesuai dengan perjanjian dan aturan di Arab Saudi. 

Lebih lanjut, sistem informasi manajemen-penyelenggara grup haji (HGO-MIS) akan diperbarui dan diperkuat dari berbagai sisi. Khususnya dari menengok pengalaman penyelengaraan ibadah haji 2018.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini