Senin 06 Apr 2020 05:31 WIB
haji

Kisah Perjalanan Pulang Haji Dari Jeddah ke Teluk Benggala

Pengalaman pelaut India melayani jamaah haji

Jamaah haji India pulang naik kapal dari pelabuhan jeddah.
Foto:

                   ******

Ketika melihat mereka, kami paham mereka datang dari salah satu daerah paling miskin di dunia. Banyak yang telah menabung dan berhemat selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan biaya pergi melakukan ziarah haji. Bagi mereka, kunjungan ke tempat-tempat suci di Mekkah  dalam haji adalah puncak dari pengabdian religius sekali seumur hidup mereka.

Akibatnya, ketika kapal kami berlabuh di pelabuhan Jeddah yang ramai, kami mendapati memandangi pemandangan yang sangat mengganggu. Peziarah haji kami yang mengenakan kain yang terbuat dari kapas putih, secara kasar dikunci di sisi dermaga oleh polisi Saudi. Sedihnya lagi mereka dibiarkan terurung dalam ruangan yang kondisinya sangat panas membakar.

Selain itu, beberapa jamaah haji terlihat dalam kondisi yang buruk, bahkan terlihat seperti kerangka hidup. Kami tahu mereka itu sudah melakukan haji karena sebagai tanda selesainya ziarah, banyak diantara mereka yang terdiri dari kaum pria mencelup jenggotnya dengan pacar, warna kemerahan atau cokelat.

Dalam suasana prihatin itulah tenda kapal kami turunkan secara perlahan-lahan ke dermaga. Mereka segera bergerak naik ke kapal secara perlahan-lahan. Beberapa orang jamaah harus ditolong. Butuh waktu lama bagi semua orang untuk menuju kapal kami.

Setelah tangga kapal diangkat, kapal besar bercat putih kami ditarik menjauh dari sisi dermaga sembari diringi bunyi sirena kapal yang panjang. Kapal kami pun berangkat ke laut lepas menuju kawasan Teluk Benggala.

Di atas kapal kami baru tahu bila para peziarah itu dipimpin oleh seorang imam, seorang pemimpin agama yang memiliki janggut besar yang mengesankan dan suara yang kuat. Pada dini hari atay setiap pagi dia pergi ke kantor kapal untuk memanggil umatnya  untuk berdoa. Panggilah berdoa itu melalui pengeras suara besar darn diperdengarkan secara luas ke seluruh peziarah yang berada di kapal. Dek pada area utama kapal menjadi tempat mereka berdoa (shalat, red).

Sebelum shalat, ada sebuah tanda berputar di atas tiang kayu  yang menunjuk ke arah Mekah. Tikar sajadah diletakkan di geladak kayu dalam barisan tertib ke arah itu dan para peziarah berlutut dan membungkuk ke depan secara serempak ke arah itu juga. Ini dipimpin oleh sang imam dalam mengucapkan doa-doa mereka.

Terkait soal  alat penunjuk arah ke Mekkah, ternyata ada peran perwira kedua untuk menyesuaikannya setuap kapal mengubah arah selama perjalanan. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia sempat lupa melakukannya pada satu kesempatan.Akibatnya, pada hari itu para peziarah berdoa ke arah Mogadishu di Somaliland daripada di Mekah.

India withdraws annual Hajj subsidy

                  *****

Penyakit yang kala itu diidap sebagaian jamaah haji, sebagian besar diperburuk oleh malnutrisi. Situasi ini sangat menghancurkan kondisi para penumpang. Staf medis kami pun berusaha melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Dan kami dianggap beruntung bahwa selama pelarayan itu hanya ada empat kematian. Mayat-mayat itu, yang dibungkus kanvas (kain kafan) dan ditimbang dengan timah, dimasukkan ke dalam luncuran yang berada di buritan dek buritan kapal. Sebelum diluncurkan ke laut, sang Imam melantunkan doa. Setelah itu baru mayat di masukan ke Samudra Hindia.

Ketika akhirnya kami sampai di Chittagong, para peziarah terhat banyak yang kelelahan. Mereka turun dari kapal dengan berjalan menyusuri gang-gang sembari membawa barang-barang mereka yang tidak seberapa. Langkah kaki mereka banyak yang terhuyung-huyung.

Tapi untuk semua kesulitan yang mereka alami, saya melihat justru ada aura martabat tentang keberadaan mereka. Rasa ini tiba-tiba bangkit dari dalam diri saya dan awak kapala lain yang melihatnya.Kami mendapati sikap rasa hormat terhadap keyakinan mereka dan kekaguman atas apa yang telah mereka alami untuk memenuhinya. Para haji yang baru saja pulang dari Jeddah ternyata luar biasa.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement