Puskes Haji Siapkan Penanganan Covid-19 Jamaah Haji

Selasa , 14 Apr 2020, 10:12 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Puskes Haji Siapkan Penanganan Covid-19 Jamaah Haji. Foto: Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr dr Eka Jusuf Singka sedang membantu seoarang jamaah haji yang sakit
Puskes Haji Siapkan Penanganan Covid-19 Jamaah Haji. Foto: Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr dr Eka Jusuf Singka sedang membantu seoarang jamaah haji yang sakit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Kesehatan Haji tengah menyiapkan penanganan virus Covid-19 bagi jamaah haji. Antisipasi ini disiapkan jika Pemerintah Arab Saudi membuka pelaksanaan haji tahun 2020 ini.

 

Terkait

Persiapan ini diungkapkan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusuf Singka, saat rapat melalui aplikasi daring bersama Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI). Peserta rapat lainnya adalah pengurus FKAPHI baik pengurus besar maupun pengurus wilayah, dan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kabupaten/Kota.

Baca Juga

Sebelum melakukan rapat daring ini, Eka Jusuf telah melakukan rapat dengan para pimpinan di instansinya. Ia mengakui, saat ini Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes sudah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengatakan puncak pandemik Covid-19 diprediksi terjadi bulan Mei dan akan turun bulan Juni.

“Sementara kalau tidak ada halangan, kita akan berangkat Insya Allah di bulan Juni akhir. Mudah-mudahan exercise ini tepat tidak bergeser. Kalau tidak bergeser tentunya akan ada hal-hal yang lain juga yang harus kita siapkan, menjamin jamaah haji kita yang berjumlah 221 ribu itu tidak terinfeksi Covid-19,” kata Eka dalam keterangan yang didapat Republika, Selasa (14/4).

Menurutnya, dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak pula dengan pemeriksaan kesehatan jamaah haji. Terdapat beberapa kendala di lapangan terkait PSBB.

Pengaturan pemeriksaan dilakukan seperti biasanya. Namun tidak diizinkan jamaah yang akan periksa berkumpul. Masing-masing diatur jam dan jumlahnya dalam sekali pemeriksaan.

Eka Jusuf menyebut dirinya sudah menghubungi tiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terkait aturan ini. Pemeriksaan kesehatan jamaah haji harus tetap berjalan.

Dirinya juga sudah melaporkan penangangan Covid-19 bagi jamaah haji ke Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. “Jamaah haji kita tak lain dan tak bukan adalah Warga Negara Indonesia juga. Saya sering ditanya wartawan bagaimana penanganan jamaah haji dengan mewabahnya Virus Covid-19 ini. Saya sampaikan penanganan jemaah haji ini sudah diketahui oleh Satuan Gugus Tugas Covid-19 yang diketuai oleh Kepala BNPB,” ujar Eka.

Ia juga mengimbau seluruh alumni petugas haji baik dari Kemenag maupun Kemenkes untuk selalu mensosialisasikan Pembinaan Dakwah Kesehatan Haji. Dengan begitu, permasalahan seperti ini dapat diimplementasikan bersama antara petugas kesehatan haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dan tim Kementerian Agama (Kemenag).

Alumni Petugas Haji baik diminta dapat melakukan Dakwah Kesehatan Haji kepada jamaah haji, dan selalu memperbarui situs untuk mencari informasi-informasi terkini. Untuk tim di pusat kesehatan, ia telah menganjurkan untuk terus melakukan pembinaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini