Tiga Miqat untuk Jamaah Haji Indonesia

Jumat , 12 Jun 2020, 10:43 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
Tiga Miqat untuk Jamaah Haji Indonesia. Foto: Jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Masjid Bir Ali Madinah untuk menaiki bus yang akan membawa mereka menuju Makkah,  Rabu (24/7). Masjid Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah ini menjadi tempat miqat atau niat ihram bagi jamaah haji yang berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk berhaji atau umrah.
Tiga Miqat untuk Jamaah Haji Indonesia. Foto: Jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Masjid Bir Ali Madinah untuk menaiki bus yang akan membawa mereka menuju Makkah, Rabu (24/7). Masjid Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah ini menjadi tempat miqat atau niat ihram bagi jamaah haji yang berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk berhaji atau umrah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Miqat  jamaah  haji  Indonesia  sebagai berikut:

 

Terkait

1. Miqat makani jamaah haji gelombang I yang datang dari Madinah adalah Zulhulaifah (Abyar Ali).

Baca Juga

2. Miqat makani  jamaah  haji  gelombang  II  yang turun di Jeddah adalah:

a. Asrama haji embarkasi di tanah air.

Menurut  jumhur  ulama,   berihrām  sebelum miqat mansus  (yang  ditentukan)  adalah  sah, berdasar hadis riwayat Umi Salamah:

Dari  Ummu  Salamah  RA  Rasulullah  SAW bersabda:  “Siapa  saja  yang  berih}rām  haji atau umrah dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, maka  diampuni dosanya  yang telah lalu dan yang akan datang dan pasti mendapat   surga.”  (HR. Al-Baihaqi   dari Ummi Salamah RA).

Berihram sebelum miqat, menurut Abu Hanifah lebih afdhal. Hanya saja penting diperhatikan bahwa  bagi  jamaah  haji  yang  memulai  ihram dari   asrama   haji   embarkasi   harus   menjaga larangan ihram sejak niat ihram, selama dalam perjalanan  (penerbangan  lebih  kurang  8-11 jam), hingga tahallul.

b. Di dalam pesawat

Sesaat sebelum pesawat berada  pada  posisi  sejajar  dengan  Qarnul manazil atau Yalamlam. Namun, mengingat pesawat  bergerak  dengan  kecepatan lebih dari  800  km/jam,  atau  lebih  dari  1 km/detik,  jamaah  haji  hendaknya  segera melaksanakan    niat ihram  setelah kru pesawat  menyampaikan  pengumuman bahwa pesawat mendekati posisi miqat.

c. Bandara  King  Abdul  Aziz  Jeddah

Bandara ini  dijadikan miqat  setelah  Mejelis  Ulama Indonesia  (MUI)  mengeluarkan     fatwa pada  28  Maret  1980  tentang  keabsahan Bandara Jeddah dijadikan miqat lalu fatwa tersebut  dikukuhkan  kembali  pada  19 September  1981.  Hanya  saja,  karena  sejak 2018  pemerintah  Arab  Saudi  menerapkan kebijakan percepatan masa   keberadaan jemaah haji di bandara (fast track) sehingga mereka  tak bisa  lagi berlama-lama di bandara,  jamaah haji kini sudah harus mengenakan pakaian ihram sejak dari asrama haji  embarkasi karena  mereka sudah  tidak  bisa  lagi  mandi  sunat  ihram, berganti  pakaian  ihram dan  sholat  sunah ihram di bandara Jeddah. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini