Aneka Respons Calhaj Tahun Ini: Ikhlas Hingga Ketidakpastian

Rabu , 01 Jul 2020, 23:06 WIB Reporter :Imas Damayanti/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Calon jamaah haji (calhaj) merespons beragam keputusan pembatalan haji. Ilustrasi pelunasan haji.
Calon jamaah haji (calhaj) merespons beragam keputusan pembatalan haji. Ilustrasi pelunasan haji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kebijakan pembatasan haji oleh Arab Saudi direspons beragam sejumlah calon jamaah haji Indonesia.

 

Terkait

Calon jamaah haji asal Purworejo, Jawa Tengah, Jumirah (57 tahun), merupakan salah satu jamaah haji tahun 2020 yang gagal berangkat akibat kebijakan pemerintah yang meniadakan ibadah haji karena pandemi. Jumirah rencananya dijanjikan untuk berangkat haji pada 2021.

Baca Juga

“Saya daftar haji sejak 2012. Ketika musim haji tahun 2020 ditiadakan, maka saya nggak ambil uang pengembaliaan haji. Jadi saya positif masuk sebagai jamaah haji prioritas di 2021,” ujar dia. 

Sementara itu, calon jamaah haji asal Tangerang Ulfah Azalea (27 tahun) menjelaskan, sejak mendaftar haji pada 2018 lalu, dia belum mengetahui nomor porsi antrean hajinya. Dia menjabarkan, setelah mendaftarkan haji, pihaknya mendapatkan nomor pengecekan keberangkatan.

“Begitu dicek, nama saya memang belum ada kapan pastinya berangkat. Jadi belum ditentukan berangkatnya kapan,” kata Ulfah.

Namun demikian dia menjelaskan, berdasarkan firasatnya dia akan diberangkatkan usai pendaftaran haji tersebut setelah 15 tahun berlalu. 

Firasat tersebut dia dapatkan berdasarkan pengalaman-pengalaman tetangga, keluarga, dan orang-orang terdekatnya yang sudah menunaikan haji.

Senada dengan hal tersebut, calon jamaah haji asal Bekasi Ahmad Sholahuddin (31 tahun) pun mengungkapkan demikian. Sejak mendaftarkan haji beberapa tahun lalu, hingga kini dirinya belum mendapatkan kepastian kapan kiranya diberangkatkan.“Tahun (keberangkatan haji)-nya saja belum tahu kapan,” kata dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini