Rabu 05 Aug 2020 04:17 WIB

Seluruh Jamaah Haji Masih Wajib Kenakan Gelang Elektronik

Gelang tersebut menghubungkan dan dapat mendeteksi keberadaan jamaah.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Seluruh Jamaah Haji Masih Wajib Kenakan Gelang Elektronik. Seorang jamaah haji berdoa di atas bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Belaskasih di Dataran Arafat, saat ia mengenakan topeng untuk melindungi dirinya dari virus corona selama ziarah haji tahunan di dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Kamis, 30 Juli , 2020. Haji tahun ini diturunkan secara dramatis dari 2,5 juta jamaah menjadi sedikitnya 1.000 karena pandemi coronavirus.
Foto: AP/STR
Seluruh Jamaah Haji Masih Wajib Kenakan Gelang Elektronik. Seorang jamaah haji berdoa di atas bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Belaskasih di Dataran Arafat, saat ia mengenakan topeng untuk melindungi dirinya dari virus corona selama ziarah haji tahunan di dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Kamis, 30 Juli , 2020. Haji tahun ini diturunkan secara dramatis dari 2,5 juta jamaah menjadi sedikitnya 1.000 karena pandemi coronavirus.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Pelaksanaan ibadah haji terbatas pada 2020 telah selesai dilaksanakan. Seluruh jamaah haji wajib karantina mandiri selama 14 hari.

Dilansir dari Arab News, Rabu (5/8), seluruh peserta haji 2020 masih diwajibkan menggunakan gelang elektronik. Gelang tersebut menghubungkan dan dapat mendeteksi keberadaan jamaah.

Baca Juga

Petugas akan terus melacak keberadaan jamaah selama 14 hari untuk tetap berada di dalam rumah. Selain gelang elektronik, jamaah haji juga diharuskan melaporkan kondisi kesehatan mereka melalui aplikasi Tatamman.

Seperti diketahui, sebelum memulai ibadah haji jamaah juga menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Mereka juga telah menggunakan gelang elektronik sebagai bagian dari langkah-langkah ketat untuk menahan penyebaran virus corona.

 

Kementerian Kesehatan telah melakukan kunjungan harian ke lembaga kesehatan untuk menilai tingkat komitmen mereka terhadap tindakan anti-virus corona. Seperti memastikan bahwa staf mematuhi jarak sosial, memakai topeng, dan mengadopsi praktik kesehatan dan mekanisme manajemen krisis yang direkomendasikan oleh otoritas untuk melindungi pasien dan staf.

Tim telah dikirim untuk mengawasi kepatuhan pusat karantina fasilitas kesehatan di seluruh Arab Saudi dan meningkatkan kunjungan mereka ke rumah sakit pemerintah dan swasta untuk memastikan kepatuhan mereka dengan protokol kesehatan, transfer sampel dan pengujian staf serta memastikan semua operasi rutin dihentikan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement