Selasa 06 Oct 2020 06:44 WIB

Ekspor Arab Saudi Tembus 300 Miliar Riyal

Arab Saudi bertujuan menggandakan nilai ekspor di masa depan.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Ekspor Arab Saudi Tembus 300 Miliar Riyal Ladang minyak di Saudi (ilustrasi).
Foto: Reuters
Ekspor Arab Saudi Tembus 300 Miliar Riyal Ladang minyak di Saudi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Bandar AlKhorayef mengatakan, ekspor Arab Saudi saat ini telah mencapai sekitar 300 miliar riyal. "Arab Saudi bertujuan menggandakan nilai ekspor di masa depan. Kerajaan saat ini mengekspor obat-obatan senilai hampir satu miliar riyal dan diterima dengan baik berkat kualitasnya," kata dia, dilansir di Saudi Gazette, Senin (5/10).

Dia membuat pernyataan tersebut dalam dialog terbuka yang diselenggarakan oleh Okaz pada Ahad (4/10), di mana beberapa tokoh terkemuka, termasuk penulis, pengusaha dan profesional media hadir. Menurut Alkhorayef, nilai investasi di sektor industri sebesar satu triliun riyal, dan di sektor pertambangan nilai investasi mencapai 300 juta riyal.

Baca Juga

AlKhorayef mengatakan, Saudi sedang melakukan studi tentang kelayakan memulai industri mobil dengan preferensi pada mobil tradisional atau listrik di masa depan. "Arab Saudi dapat berinvestasi di sektor mobil listrik mengingat pertumbuhan yang luar biasa dari sektor ini selama periode terakhir," kata Al Khorayef. 

Dia mengatakan, telah terjadi lompatan kualitatif dalam perjalanan industri selama 40 tahun terakhir. Dia bercita-cita mengembangkannya secara luas di masa mendatang.

 

"Keberagaman bidang industri harus didasarkan pada industri yang berkelanjutan, dan ada industri yang dibangun dari sumber daya alam seperti gas, minyak dan mineral," ucapnya.

Mengenai pandemi virus corona dan sejauh mana industri nasional terkena dampaknya, AlKhorayef menyampaikan, Saudi merupakan salah satu negara paling sedikit yang menderita kekurangan pasokan selama pandemi. Warga tidak kekurangan makanan atau obat-obatan karena ada pabrik yang didirikan selama kebangkitan Kerajaan pada 1970-an.

Alkhorayef mengungkapkan, kementerian memiliki empat jalur yang harus difokuskan untuk mencapai visi pada 2030. Pertama adalah mempertahankan keuntungan yang ada dari industri yang telah mapan dan mampu melanjutkan keuntungan, dengan mencapai nilai tambah tertinggi dari industri yang ada.

Jalur kedua bergantung pada rencana ambisius untuk memiliki volume industri lokal terbesar. Sedangkan jalur ketiga merupakan eksploitasi teknologi modern serta memanfaatkan sumber daya industri besar sebanyak mungkin. Dia mengatakan, jalur keempat bertujuan untuk menciptakan industri yang menjanjikan bagi masyarakat.

Dia menyampaikan, Saudi telah mengalokasikan dua miliar riyal untuk melakukan survei geologi dari seluruh Arabian Shield, dan menemukan mineral di wilayah tersebut. "Dalam beberapa pekan ke depan akan ada dua proyek ke arah ini yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang sumber daya alam. Arab Saudi memiliki sumber daya mineral yang melimpah dan ketika memberikan informasi tentangnya kepada investor akan menjadi pendorong besar bagi perekonomian lokal," kata AlKhorayef.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement