Kamis 26 Nov 2020 07:17 WIB

Putra Mahkota Abu Dhabi Dinominasikan Nobel Perdamaian

Putra Mahkota Abu Dhabi dinominasikan bersama PM Israel Netanyahu.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Putra Mahkota Abu Dhabi Dinominasikan Nobel Perdamaian. Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan
Foto: melf.ae
Putra Mahkota Abu Dhabi Dinominasikan Nobel Perdamaian. Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan

IHRAM.CO.ID, DUBAI -- Menurut kantor perdana menteri Israel, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2021. Hal ini berdasarkan kontribusi mereka dalam mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah antara kedua negara.

"Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian David Trimble hari ini mengajukan pencalonan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk Hadiah Nobel Perdamaian, bersama dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed," kata kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan pada Selasa (24/11), dikutip di Khaleej Times, Kamis (26/11).

Baca Juga

Trimble memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada 1998 atas upayanya menemukan solusi damai untuk konflik di Irlandia Utara. Trimble sendiri merupakan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Dia memiliki hak istimewa untuk menominasikan orang lain untuk hadiah tersebut. Sementara itu, Komite Hadiah Nobel akan meninjau nominasi Sheikh Mohamed dan Netanyahu.

 

"Sesuai dengan aturan Hadiah Nobel, karena Trimble adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian, keputusannya untuk mencalonkan Perdana Menteri Netanyahu akan membuat komite membahas masalah tersebut," kata pernyataan kantor perdana menteri Israel.

Pada September, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini karena membantu menengahi Perjanjian Perdamaian Abraham antara UEA dan Israel. Anggota Parlemen Norwegia, Christian Tybring-Gjedde mencalonkan Trump setelah dia berhasil menjadi perantara kesepakatan untuk normalisasi hubungan antara kedua negara Timur Tengah.

Adapun Trump, Netanyahu, dan Sheikh Mohamed telah mengeluarkan pernyataan bersama pada 13 Agustus. Dengan mengumumkan mereka telah menyetujui normalisasi penuh hubungan antara Israel dan UEA. 

Kemudian menyebutnya sebagai terobosan bersejarah, mereka menyatakan bahwa kesepakatan itu akan memajukan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Selain itu juga sebagai bukti diplomasi dan visi yang berani dari ketiga pemimpin tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement