Senin 11 Jan 2021 00:30 WIB

Pakistan Ingatkan Potensi Naiknya Biaya Haji 2021

Biaya haji 2021 di Pakistan diperkirakan naik.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Pakistan Ingatkan Potensi Naiknya Biaya Haji 2021. Foto: Polisi Arab Saudi berbicara dengan Jamaah haji Pakistan saat  melintasi Kota Mina, Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara akan memulai berwukuf di tempat ini sebagai syarat sah berhaji.
Foto: Amr Nabil/AP
Pakistan Ingatkan Potensi Naiknya Biaya Haji 2021. Foto: Polisi Arab Saudi berbicara dengan Jamaah haji Pakistan saat melintasi Kota Mina, Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara akan memulai berwukuf di tempat ini sebagai syarat sah berhaji.

IHRAM.CO.ID,  ABUJA -- Menteri Federal Urusan Agama Pakistan, Noorul Haq Qadri, mengatakan kemungkinan biaya haji tahun ini lebih mahal. Kenaikan biaya ini sebagian besar disebabkan menyebarnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

Menteri  Haq Qadri mengatakan jika Arab Saudi mengizinkan jamaah haji internasional masuk ke Saudi tahun ini, maka biaya haji akan lebih mahal. Namun untuk tahun ini, Pemerintah Saudi masih belum memberi informasi, apakah akan membuka pintu bagi jamaah internasional atau tidak.

Baca Juga

Dilansir di Business Recorder, Ahad (10/1), Direktorat Haji Pakistan di Jeddah secara teratur berhubungan dengan Sekretariat Haji Saudi. Dia juga menambahkan, kementeriannya berencana mendapatkan vaksin untuk tenaga kesehatan.

Qadri juga menyebut pihaknya secara resmi telah menyurati Kementerian Peraturan dan Koordinasi Layanan Kesehatan negara, agar penyediaan vaksin Covid-19 bagi jemaah haji.

 

"Kami sudah meminta kementerian untuk menempatkan jamaah dalam kategori prioritas. Jika pemerintah Saudi mengizinkan jamaah haji berangkat tahun ini, maka kami akan memvaksinasi mereka sebelum keberangkatan,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan Pakistan dan Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman atau MoU terkait haji setiap tahunnya, di bulan November. Tapi, karena penyebaran Covid-19 ini, MoU itu belum ditandatangani.

"Tahun lalu kami menandatangani perjanjian dan setelah menghitung pengeluaran kami mengajukan permohonan. Namun, pemerintah Saudi menghentikan operasi haji untuk tahun 2020 karena Covid-19," kata menteri agama ini.

Karena meningkatnya virus corona, Arab Saudi hanya mengizinkan sejumlah kecil warganya dan ekspatriat untuk menunaikan haji. Para peziarah yang dipilih setelah mendaftar melalui portal daring ini diharuskan berusia antara 20 dan 50 tahun, tanpa penyakit bawaan dan tidak menunjukkan gejala virus Covid-19. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement