PM Inggris Diminta Wali Kota London Tutup Tempat Ibadah

Selasa , 12 Jan 2021, 23:30 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Hafil
PM Inggris Diminta Wali Kota London Tutup Tempat Ibadah. Foto ilustrasi: Masjid Ramadan di Hackney, distrik di timur London, Inggris.
PM Inggris Diminta Wali Kota London Tutup Tempat Ibadah. Foto ilustrasi: Masjid Ramadan di Hackney, distrik di timur London, Inggris.

IHRAM.CO.ID, LONDON--Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diminta Wali Kota London Sadiq Khan untuk menutup seluruh tempat ibadah demi menekan penyebaran Covid-19. Penutupan ini juga beralasan karena masjid-masjid besar dari seluruh wilayah London telah ditutup sejak awal tahun 2021.

 

Terkait

“Komunitas agama mencerminkan yang terbaik dari kota kami dan dari tahap awal pandemi, telah memberikan bantuan dan kenyamanan praktis kepada penduduk London dari semua latar belakang dan kepercayaan. Tetapi, dengan tingkat virus yang beredar di komunitas kami setinggi itu, saya tidak lagi berpikir mengizinkan pertemuan tatap muka demi keselamatan warga London, "kata Khan dalam sebuah pernyataan kepada Muslim News dilansir About Islam, Ahad (11/1).

Baca Juga

Atas alasan tersebut, Khan mengimbau kepada Pemerintah untuk segera menutup tempat ibadah, kecuali untuk upacara pemakaman.

 “Sampai itu terjadi, saya mendesak semua komunitas agama di London untuk melihat melampaui apa yang diizinkan secara teknis dan fokus pada tindakan teraman bagi semua warga London.  Ini berarti menghindari semua ibadah secara bersama-sama untuk sementara waktu demi membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi," tuturnya.

Khan mengirim surat kepada PM setelah terjadi penutupan masjid secara sukarela di Inggris.

Hampir semua masjid besar di wilayah London di Ealing, Hackney, Harrow, Haringey, Kensington, Leyton, Redbridge, Tower Hamlets dan Westminster telah ditutup.  Hal yang sama berlaku untuk masjid di Cambridge dan Woking.

Masjid London Timur (ELM) juga ditutup pada 6 Januari, dengan manajemen berjanji untuk meninjau keputusan tersebut.

“Keputusan ini tidak bisa dianggap enteng.  Tapi seperti pada Maret lalu, ketika kami dan banyak masjid lain ditutup bahkan sebelum pemerintah mengumumkan penutupan nasional, ”kata juru bicara ELM.

 “Kami menempatkan keselamatan jamaan kami, staf kami, dan sukarelawan kami di atas keinginan kuat kami untuk mempertahankan ibadah berjamaah," tambahnya.

Awal bulan ini, para pemimpin Muslim, Kristen, dan Yahudi di Inggris mendesak umatnya agar berhati-hati setelah pemerintah mengumumkan bahwa tempat ibadah dapat tetap dibuka.

Pada bulan Desember, sebuah masjid di Bristol juga mengatakan mereka akan tetap menutup masjid untuk melindungi komunitas karena lonjakan infeksi Covid-19 baru-baru ini.

 Islam telah menetapkan pedoman tertentu untuk menangani wabah penyakit menular yang mempengaruhi masyarakat, atau bahkan seluruh dunia. Pandemi Covid-19 adalah salah satu contohnya.

Hingga kini, Inggris sedang melawan Covid-19 dengan lebih dari 3 juta kasus virus baru yang dikonfirmasi. Hingga kini, Departemen Kesehatan Inggris juga telah melaporkan 81.431 kematian.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini