Hajar Aswad Bersaksi Terhadap Orang yang Menciumnya

Senin , 01 Feb 2021, 07:15 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Hajar Aswad Bersaksi Terhadap Orang yang Menciumnya. Foto: Seorang petugas memberi wewangian untuk Hajar Aswad yang terletak di sudut timur Kabah di Makkah, Arab Saudi, Senin (27/7/2020).
Hajar Aswad Bersaksi Terhadap Orang yang Menciumnya. Foto: Seorang petugas memberi wewangian untuk Hajar Aswad yang terletak di sudut timur Kabah di Makkah, Arab Saudi, Senin (27/7/2020).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari kiamat nanti, Allah SWT akan membangkitkan Hajar Aswad dalam keadaan mempunyai dua mata yang dengannya ia akan melihat. Hajar Aswad juga mempunyai lisan yang dengan ia akan berbicara dan akan memberikan persaksiannya untuk orang-orang yang telah menciumnya dengan penuh hak.

 

Terkait

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam Kitabnya Fadhilah Amal menerangkan hadits di atas, menurutnya yang dimaksud mencium dengan hak adalah mencium dengan penuh keimanan dan membenarkan.

Baca Juga

Jabir meriwayatkan dari Rasulullah SAW beliau bersabda bahwa Ka'bah memiliki satu lisan dan dua bibir (pada zaman dulu) yakni, Ka'bah telah melaporkan kepada Allah ta'ala.

"Ya Allah, sekarang orang yang thawaf dan menziarahi aku telah berkurang."

Maka Allah ta'ala berfirman, "Sebentar lagi aku akan menciptakan satu kaum (muslimin) yang betul-betul khusuk yang banyak mengerjakan sujud ahli salat. Mereka akan menunduk di depanmu sebagaimana burung merpati menunduk kearah telurnya."

Syekh Imam al- Hafidh 'Abdul Adhim bin 'Abdul Qowiy al- Mundziri dalam kitab At-Targhib Wat-Tarhib menyebutkan dalam sebuah hadits bahwa kelak, Hajar Aswad dan Rukun Yamani akan bangkit dalam keadaan memiliki dua mata dan dua lisan, dan bibir. Mereka akan memberikan kesaksian yang sempurna untuk orang-orang yang menciumnya.

"Yakni akan bersaksi bahwa orang-orang yang telah menciumnya telah sempurna dalam berikrar," katanya.

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Umar ra ketika mengerjakan tawaf dan sampai ke Hajar Aswad, ia menciumnya dan berkata, "Aku tahu kamu adalah sebuah batu, kamu tidak bisa memberikan manfaat dan tidak bisa memberikan madarat.

"Seandainya aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, Aku tidak akan pernah menciummu." 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini