Politisi Senior Afghanistan Selamat dari Serangan Bom

Rabu , 21 Apr 2021, 10:25 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Petugas keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan pada 7 Maret 2021. Sebuah bom yang dipasang di minibus meledak di ibu kota Afghanistan, menewaskan dan melukai beberapa warga sipil, kata laporan.
Petugas keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan pada 7 Maret 2021. Sebuah bom yang dipasang di minibus meledak di ibu kota Afghanistan, menewaskan dan melukai beberapa warga sipil, kata laporan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL, Afghanistan --Seorang politisi senior Afghanistan pada Selasa selamat dari serangan bom di dalam kompleks kantor pemerintahan provinsi Zabul di selatan Afghanistan.

 

Terkait

Beberapa menit setelah ledakan, ketua majelis provinsi Zabul Ata Jan Haqbayan, seorang tokoh terkemuka, memposting pesan video di media sosial untuk meyakinkan para pendukung akan keselamatannya.

"Ledakan bom yang ditanam di dalam kantor gubernur Zabul melukai saya dan seorang kepala suku," kata dia seperti dilansir Anadolu Agency.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Haqbayan juga selamat dari serangan bom mobil bunuh diri pada 29 November tahun lalu.

11 tentara Afghanistan dan 14 polisi tewas

Sementara itu, pihak berwenang mengatakan setidaknya 11 pasukan keamanan Afghanistan tewas dalam serangan Taliban di provinsi Herat dan Faryab dalam 24 jam terakhir.

Secara terpisah, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahed mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok itu menyerbu dua pos pemeriksaan dalam serangan di distrik Zebak di provinsi Badakhshan utara, yang menewaskan 14 polisi.

Afghanistan mengalami lonjakan kekerasan menyusul pengumuman Presiden AS Joe Biden untuk menarik semua pasukan Amerika pada 11 September mendatang.

Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan mengatakan pada akhir pekan bahwa sejak pengumuman itu, setidaknya 39 warga sipil tewas dalam serangan di provinsi Farah, Parwan, Nangarhar, dan Kandahar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini