Kepri Masuk Delapan Besar Kasus Covid-19 Tertinggi

Selasa , 22 Jun 2021, 08:07 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Kepri Masuk Delapan Besar Kasus Covid-19 Tertinggi. Sejumlah vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Gedung Vaksin Center RS Bhayangkara Pekanbaru saat peresmian gedung tersebut, di Pekanbaru, Riau, Kamis (17/6/2021). Kepolisian Daerah Riau mulai mengoperasikan gedung vaksin center untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 khususnya di Pekanbaru.
Kepri Masuk Delapan Besar Kasus Covid-19 Tertinggi. Sejumlah vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Gedung Vaksin Center RS Bhayangkara Pekanbaru saat peresmian gedung tersebut, di Pekanbaru, Riau, Kamis (17/6/2021). Kepolisian Daerah Riau mulai mengoperasikan gedung vaksin center untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 khususnya di Pekanbaru.

IHRAM.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masuk ke dalam delapan provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi se-Indonesia. "Provinsi Kepri masuk dalam delapan provinsi yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 se-Indonesia," kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Selasa (22/6).

 

Terkait

Arif menyebut delapan provinsi yang mengalami lonjakan kasus Covid-19, antara lain Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Provinsi Kepri. Pemerintah Provinsi Kepri diharapkan dapat melakukan upaya tindak lanjut guna menekan angka penyebaran Covid-19.

Baca Juga

"Baik itu meningkatkan kebijakan di hulu seperti peningkatan tracing maupun testing. Juga meningkatkan kebijakan di hilir seperti menambah kapasitas tempat tidur," kata Arif.

Selain itu, ia juga terus menggesa vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen hingga akhir Juli 2021. Ini demi mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Menurutnya, total capaian vaksinasi per 19 Juni 2021 sebesar 31,76 persen atau 445.405 orang dari total target penerima vaksin di daerah itu sebanyak 1,4 juta orang. "Kami imbau semua kabupaten/kota mempercepat vaksinasi Covid-19 guna memenuhi target 70 persen," kata Arif.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini