Kamis 24 Jun 2021 23:12 WIB

Diskon Pajak Picu Kenaikan Harga Mobil Bekas

Stok mobil best seller mengalami peningkatan harga jual sekitar 5 hingga 10 persen.

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi sentra penjualan mobil bekas.
Foto: Republika/Wihdan
Ilustrasi sentra penjualan mobil bekas.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sejak Maret lalu, sejumlah produk mobil baru dapat dibeli dengan potongan pajak. Hal ini pun membuat konsumen terpasa inden karena jumlah permintaan lebih tinggi dari stok yang ada.

Kondisi ini rupanya memberikan pengaruh bagi pasar mobil bekas. Owner Chelsea Mobil, Teddy Suhartadi mengatakan, saat ini pasar mobil bekas sedang mendapat dampak positif dari diskon pajak mobil baru.

Baca Juga

"Beberapa calon konsumen produk mobil baru terpaksa harus inden cukup lama karena permintaanya tinggi. Padahal, sejumlah konsumen membutuhkan kendaraan dengan segera. Hal ini pun mendorong sejumlah konsumen beralih pada pasar mobil bekas agar kebutuhan kendaraan dapat segera terpenuhi," kata Teddy kepada Republika.co.id, Rabu (23/6).

Otomatis, hal ini pun membuat harga mobil bekas mengalami peningkatan. Menurutnya, sejumlah stok mobil best seller mengalami peningkatan harga jual sekitar 5 hingga 10 persen.

 

Ia pun bersyukur karena kondisi saat ini telah jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Karena, ia mengaku, pada 2020, dealer mobil bekas milikinya sempat nyaris tak mencatat adanya transaksi sama sekali.

Saat ini ia juga tengah merasa khawatir karena tingkat penularan Covid-19 kembali mengalami peningkatan. Ia berharap, semoga tingkat penularan tersebut dapat kembali menurun sehingga daya beli masyarakat tak lagi terganggu.

Terkait pertumbuhan pasar, Pengamat Otomotif, Bebin Juana menilai memang hal itu benar terjadi pada awal hingga pertengahan tahun ini. "Apalagi. faktanya pada lebaran kemarin masih banyak masyarakat yang mudik," kata Bebin.

Budaya mudik atau liburan saat lebaran sendiri memang dikenal cukup berpengaruh signfikan terhadap pasar. Baik itu pada pasar primer maupun sekunder. Karena, dalam momen itu masyarakat sangat membutuhkan kendaraan pribadi untuk menunjang beragam keperluan.

Ia juga menilai, salah satu segmen yang tetap diminati pada pasar mobil bekas adalah pada produk-produk yang tak bersinggungan langsung dengan produk baru dengan diskon pajak. Terutama untuk mobil pada kelas menengah ke atas.

"Market untuk produk pada kelas medium-up bisa dibilang berada pada level normal. Meskipun permintaan tak terlalu tinggi, tapi produk pada segmen ini pasarnya normal-normal saja mengingat produk ini tak bersingguan langsung dengan diskon pajak dan produk ini memang memiliki segmen pasar tersendiri," ucapnya.

Artinya, lanjut dia, para pelaku pasar sekunder juga masih bisa banyak berharap dari segmen menengah ke atas. Selain karena masyarakatnya memiliki kekuatan finansial yang lebih kuat, segmen ini juga tak bersinggungan langsung dengan kebijakan soal relaksasi pajak.

Ia pun menekankan, selama ini pasar sekunder memang hanya bisa mengandalkan strategi masing-masing dan hukum supply demand yang berlaku. "Tapi kenyataanya, pedagang mobil bekas masih bisa terus bertahan dan hingga saat ini pedagang mobil bekas juga selalu ada di tiap kota-kota di Indonesia," ujar Bebin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement