Senin 12 Jul 2021 23:18 WIB

Umat Islam di Selangor Diminta Sabar dan Kuat Hadapi Pandemi

Pada akhir bulan lalu, tercatat 1.571 kematian di Selangor.

Petugas medis yang mengenakan peralatan memasuki area perumahan yang ditempatkan di bawah perintah kontrol gerakan yang ditingkatkan (EMCO) karena peningkatan drastis jumlah kasus COVID-19 yang tercatat di Sunway, pinggiran Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 2 Juli 2021. Malaysia mulai lebih memperketat pembatasan pergerakan dan memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah di negara bagian Selangor yang terkaya dan beberapa bagian Kuala Lumpur, di mana kasus virus corona tetap tinggi meskipun ada penguncian nasional bulan lalu.
Foto: AP/Vincent Thian
Petugas medis yang mengenakan peralatan memasuki area perumahan yang ditempatkan di bawah perintah kontrol gerakan yang ditingkatkan (EMCO) karena peningkatan drastis jumlah kasus COVID-19 yang tercatat di Sunway, pinggiran Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 2 Juli 2021. Malaysia mulai lebih memperketat pembatasan pergerakan dan memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah di negara bagian Selangor yang terkaya dan beberapa bagian Kuala Lumpur, di mana kasus virus corona tetap tinggi meskipun ada penguncian nasional bulan lalu.

IHRAM.CO.ID,  Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah memastikan masjid dan surau akan kembali dibuka apabila kasus baru covid-19 menurun dan banyak warga yang telah menjalani vaksinasi. Ia pun mengimbau umat Islam melaksanakan sholat di rumah dan tak berhenti berdoa agar virus covid-19 dapat dikendalikan. 

"Yang mulai memahami keinginan dibukanya kembali rumah ibadah secara penuh di media sosial, namun peningkatan yang mengkhawatirkan dari kasus harian ini tidak mungkin,"demikian pernyataan sultan seperti dilansir Facebook Selangor Royal Office, Senin (12/7).

Baca Juga

Sultan prihatin dengan meningkatnya jumlah kematian akibat covid-19 sementara di saat bersamaan telah dilakukan pembatasan aktivitas di masjid dan surau. Pada akhir bulan lalu, tercatat 1.571 kematian di Selangor.

Menurut Sultan, kontrol ketat telah diberlakukan termasuk aktivitas di masjid. "Tidak mudah bagi yang mulia untuk membatasi jumlah jamaah dalam pelaksanaan sholat wajib dan sholat Jumat di masjid-masjid. Keputusan ini diambil dengan memantau data statistik covid-19, dan situasinya mengkhawatirkan,"demikian pernyataan itu.

 

"Seluruh umat Islam diimbau untuk tetap sabar dan kuat, karena pandemi ini adalah ujian bagi kita dari Allah. Kita diminta selalu mengingat kekuatan dan kebesaran yang Maha Kuasa,"ka

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement