Sosok: Abdul Abdul Karim Oei (Habis)

Kamis , 15 Jul 2021, 07:45 WIB Reporter :Hazanul Riqza/ Redaktur : Agung Sasongko
Jamaah memasuki area Masjid Lautze 2  menjelang pelaksanaan ibadah shalat Jumat di Jl Tamblong, Bandung, Jumat (16/10). Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar pertama di Kota Bandung dibuka kembali masjid ini kembali melayani shalat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan.Selain ibadah rutin, masjid ini memberikan bimbingan rutin kepada mualaf yang kebanyakan berasal dari etnis tionghoa.
Jamaah memasuki area Masjid Lautze 2 menjelang pelaksanaan ibadah shalat Jumat di Jl Tamblong, Bandung, Jumat (16/10). Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar pertama di Kota Bandung dibuka kembali masjid ini kembali melayani shalat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan.Selain ibadah rutin, masjid ini memberikan bimbingan rutin kepada mualaf yang kebanyakan berasal dari etnis tionghoa.

Pada 1972, PITI mengubah namanya menjadi Pembina Iman Tauhid Islamtak berubah secara singkatan. Memang, pada masa itu penguasa cenderung mengekang organisasi apa pun yang bersifat etnis tertentu. Bagaimanapun, dakwah terus berjalan.

 

Terkait

Pada 16 Oktober 1988, tokoh kelahiran Sumatra Barat ini wafat. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta, berdekatan dengan kuburan istrinya, Maemunah Mukhtar. Sepeninggalannya, namanya terus berkibar. Semangat Haji Abdul Karim Oei telah menginspirasi banyak orang.

Yayasan Haji Karim Oei dibentuk di Jakarta. Salah satu sumbangsih yayasan ini dan atas hibah dari menristek kala itu, Prof BJ Habibie ialah Masjid Lautze di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Berdiri sejak 1991, masjid ini menjadi salah satu pusat syiar Islam, khususnya di kalangan etnis Tionghoa. Hingga kini, Masjid Lautze sudah memiliki cabang di berbagai daerah, seperti Bandung (Jawa Barat) dan Tangerang Selatan (Banten).

(Habis)