Kerja Keras Arab Saudi Lindungi Jamaah Haji Diapresiasi

Kamis , 22 Jul 2021, 21:15 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Jamaah haji mempraktikkan jarak sosial saat mereka berdoa di Masjid Namira di Arafat selama ziarah haji tahunan, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin, 19 Juli 2021.
Jamaah haji mempraktikkan jarak sosial saat mereka berdoa di Masjid Namira di Arafat selama ziarah haji tahunan, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin, 19 Juli 2021.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kepala Pusat Kesehatan Haji  Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana, mengapresiasi kerja keras Arab Saudi untuk menjaga jamaah haji tahun ini dari terpapar Covid-19. Upaya ini pun membuahkan hasil, tidak ada positif Covid-19 terhadap jamaah haji 2021.    

 

Terkait

"Alhamdulillah informasinya sampai hari ini tidak ada jamaah terpapar Covid-19," kata Budi saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (22/7).    

Baca Juga

Tentunya, menurut dia, kesuksesan ini didukung dengan perilaku jamaah haji mau taat terhadap protokol kesehatan yang diberlakukan.  

"Terimakasih kepada Pemerintah Arab Saudi mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.  Terlihat selama posesi ibadah haji tahun ini para jamaah pun menjalankan prokes ketat serta disiplin," ujarnya.  

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini dapat menjadi contoh untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, terutama ketika masih terjadi pandemi. Untuk itu kerjasama antara penyelenggaran dan jamaah taat terhadap prokes harus terus dilakukan.  

"Hal-hal ini harus menjadi lesson learned dan pembelajaran bagi kita bersama baik petugas maupun jamaah di Indonsia, dalam rangka persiapan prosesi haji selanjutnya jika sudah dibuka," katanya.  

Budi mengatakan, pembatasan jumlah jamaah haji sudah tetap dilakukan disaat pandemi saat ini. Hal itu sebagai upaya mencegah meluasnya transmisi penularan Covid-19 bagi jamaah saat pelaksanaan ibadah haji.  

"Hal ini dilakukan agar penerapan protokol kesehatan dapat berjalan baik dan terpantau dengan jumlah jamaah yang terkendali," katanya. 

Budi menuturkan, jika tahun depan Arab Saudi menyelenggaraan haji secara normal, maka tetap diperlukan beberapa langkah sebagai berikut. Pertama vaksinasi, karena vaksinasi lengkap menjadi persyaratan wajib bagi jamaah.  

"Jadi jamaah haji Indonesia, harus mendapat vaksinasi lengkap terlebih dahulu jika akan diberangkatkan," katanya.  

Dia juga tetap menyarankan kepada semua calon jamaah segera melengkapi vaksinasinya, karena hal ini memang dipersyaratkan oleh Pemerintah Arab Saudi pemeriksaan bebas Covid-19, dengan test PCR.  

Kedua, prokes diterapkan sangat ketat, para jamaah diharuskan selalu menggunakan masker, apabila ketahuan askar melepas masker ditempat umum, maka di denda. Dan terlihat selama posesi ibadah haji tahun ini para jamaah disiplin patuh terhadap aturan yang telah diberlakukan Arab Saudi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini