Selasa 10 Aug 2021 11:52 WIB

Siti Walidah Sang Modernis Penggerak Perempuan (I)

Nyai Ahmad Dahlan berpandangan bahwa spirit Islam mampu mendorong kemajuan perempuan.

logo
Foto: tangkapan layar google
logo

IHRAM.CO.ID,  Sebelum menikah dengan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, nama gadisnya ialah Siti Walidah. Jarot Wahyudi dalam artikelnya pada buku Ulama Perempuan Indonesia (2002) menyejajarkan kiprahnya dengan figur-figur lain yang tercatat sejarah gigih mengemansipasi wanita. Sebut saja, Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien, atau Cut Meutia. Menurut Wahyudi, Nyai Ahmad Dahlan berpandangan bahwa spirit Islam mampu mendorong kemajuan kaum perempuan.

Sepak terjang tokoh kelahiran Kauman, Yogyakarta, pada 1872 ini dalam dunia dakwah dan pergerakan memuncak saat Siti Walidah, begitu nama aslinya, dipertemukan dengan Muhammad Darwis, nama kecil Ahmad Dahlan. Pria ini pada waktu itu masih sebatas sepupunya. Namun, ketokohannya sudah dikenal masyarakat sebagai perintis Muhammadiyah. Organisasi ini digerakkan dengan prinsip-prinsip modernisme dan pemurnian praktik-praktik ajaran Islam.

Baca Juga

Dengan menjadi istri seorang tokoh penting, mulailah Nyai Ahmad Dahlan ini menempatkan diri sebagai figur publik. Putri dari Haji Muhammad Fadlil ini sibuk mengurus Muhammadiyah, termasuk ketika suaminya harus pergi ke luar daerah. Kadang kala, dia pun ikut mendampingi KH Ahmad Dahlan dalam perjalanan dakwah ke daerah-daerah.

Tidak jarang pasangan ini mendapat kan ancaman dari masyarakat setempat karena dituduh ingin merebut pengaruh dari penguasa lokal yang konservatif. Lantaran kiprahnya yang besar, kelak sejarah menggelari Nyai Ahmad Dahlan sebagai Ibu Muhammadiyah". Demikian Wahyudi mengutip dalam tulisannya.

 

 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement