Sabtu 21 Aug 2021 16:56 WIB

Taiwan : Cina Ingin Meniru Taliban

Perang pengaruh AS dan China terus berlanjut

Rep: Lintar Satria / Red: Muhammad Subarkah
Asap mengepul setelah pertempuran antara Taliban dan personel keamanan Afghanistan di kota Kandahar, barat daya Kabul, Afghanistan, Kamis, 12 Agustus 2021.
Foto: AP/Sidiqullah Khan
Asap mengepul setelah pertempuran antara Taliban dan personel keamanan Afghanistan di kota Kandahar, barat daya Kabul, Afghanistan, Kamis, 12 Agustus 2021.

IHRAM.CO.ID, TAIPEI -- Menteri Luar Negeri Taiwan menuduh Cina ingin 'meniru' Taliban. Joseph Wu mengatakan Taiwan yang diklaim Cina bagian dari wilayah bukan subjek dari komunisme dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban memicu perdebatan di Taiwan apakah mereka akan mengalami nasib yang sama bila Cina memutuskan melakukan invasi. Sementara media pemerintah Cina mengatakan nasib Kabul menunjukkan Taiwan tidak dapat mempercayai Washington.

Saat merespons seruan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) agar Cina berhenti menekan Taiwan di media sosial Wu mengungkapkan terimakasihnya pada AS. Menurutnya AS telah menjunjung tinggi kepentingan dan harapan rakyat Taiwan.

"Termasuk demokrasi dan kebebasan dari komunisme, otoritarianisme dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Wu, Sabtu (21/8).

"Mimpi Cina meniru Taliban, tapi biar saya tegaskan; kami memiliki kemauan dan sarana untuk mempertahankan diri kami," tambah Wu tanpa menjelaskan maksudnya.

Cina belum menanggapi pernyataan Wu sementara kantor perwakilan Cina di Taiwan tidak menjawab panggilan telepon di luar jam kerja. Cina telah membangun hubungan dengan Taliban.

Walaupun Beijing juga khawatir kemenangan Taliban di Afghanistan meningkatkan serangan kelompok teroris di Xinjiang. Afghanistan menjadi isu terbaru yang menjadi titik gesekan Taiwan dan Cina.

Taiwan mengajukan keluhan meningkatnya tekanan diplomatik dan militer Cina beberapa bulan terakhir. Termasuk latihan militer Angkatan Udara dan Laut yang dilakukan dekat pulau itu.

Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat cukup waspada dengan latihan-latihan militer Cina. Pemerintah Taiwan demokratis. Warganya pun tidak berminat diperintah Cina yang otoriter.

Beijing mengungkapkan kemarahan mereka atas dukungan AS pada Taiwan. Walaupun Washington tidak memiliki hubungan resmi dengan pulau itu tapi AS pemasok senjata terbesar Taiwan. Lintar Satria/Reuters  

sumber : Lintar Satria/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement