Turki akan Wajibkan Tes PCR untuk Beberapa Kegiatan Publik

Ahad , 22 Aug 2021, 19:22 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Turki akan Wajibkan Tes PCR untuk Beberapa Kegiatan Publik. Seorang petugas kesehatan memvaksinasi rekannya dengan vaksin Covid-19 Sinovac di Cam dan Rumah Sakit Kota Sakura di Istanbul, Turki, Kamis (14/1). Turki memulai vaksinasi COVID-19 massal terhadap petugas kesehatan pada 14 Januari setelah vaksin Sinovac asal cina tersebut mendapat persetujuan izin penggunaan darurat.EPA-EFE / ERDEM SAHIN
Turki akan Wajibkan Tes PCR untuk Beberapa Kegiatan Publik. Seorang petugas kesehatan memvaksinasi rekannya dengan vaksin Covid-19 Sinovac di Cam dan Rumah Sakit Kota Sakura di Istanbul, Turki, Kamis (14/1). Turki memulai vaksinasi COVID-19 massal terhadap petugas kesehatan pada 14 Januari setelah vaksin Sinovac asal cina tersebut mendapat persetujuan izin penggunaan darurat.EPA-EFE / ERDEM SAHIN

IHRAM.CO.ID, ANKARA -- Kementerian Dalam Negeri Turki pada Jumat mengumumkan mereka yang tidak disuntik vaksin akan diminta menunjukkan hasil tes PCR negatif awal bulan depan untuk mengikuti kegiatan publik tertentu.

 

Terkait

Mulai 6 September, menunjukkan tes PCR negatif akan diwajibkan bagi mereka yang belum divaksinasi atau belum pulih dari infeksi, untuk memasuki bioskop, acara konser, dan teater di negara itu.

Baca Juga

“Jika orang yang tertular penyakit itu atau tidak divaksinasi, dan tidak memiliki tes PCR negatif, mereka tidak akan diizinkan mengikuti acara tersebut,” kata pernyataan dari Kemendagri Turki.

Turki juga mendatangkan persyaratan tes PCR negatif untuk perjalanan antarkota dengan pesawat, bus, kereta api atau kendaraan umum lainnya, tidak termasuk kendaraan pribadi, bagi mereka yang tidak divaksinasi atau lagi terinfeksi Covid-19. Mereka yang tidak memiliki kriteria yang disebutkan tidak akan diizinkan untuk perjalanan antarkota.

Surat edaran dari otoritas Turki menekankan elemen "paling kuat" dalam memerangi pandemi dan meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh virus terhadap kesehatan masyarakat dan ketertiban umum adalah vaksinasi yang dilakukan secara sukarela, serta protokol kesehatan.

Kementerian Turki itu mengungkapkan jumlah kasus baru, pasien, dan kematian yang disebabkan oleh infeksi berada pada tingkat rendah bagi mereka yang telah menyelesaikan vaksinasi.

Link artikel asli

sumber : Anadolu Agency
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini