Arab Saudi Masuk 50 Negara dengan Riset Ilmiah Terbanyak

Jumat , 27 Aug 2021, 18:51 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Arab Saudi unggul dalam sejumlah bidang riset di kawasan Timur Tengah. Bendera Arab Saudi.
Arab Saudi unggul dalam sejumlah bidang riset di kawasan Timur Tengah. Bendera Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH—Arab Saudi masuk dalam daftar 50 negara terbaik dalam Nature Index Annual Tables 2021 (tabel tahunan indeks alam 2021) untuk jumlah penelitian ilmu alam yang dilakukan tahun lalu. 

 

Terkait

Masuknya Saudi merupakan hasil dari dukungan kepemimpinan Arab Saudi untuk sistem penelitian dan inovasi nasional, kata Dr Munir bin Mahmoud El-Desouki, presiden Kota Raja Abdul Aziz untuk Sains dan Teknologi.

Baca Juga

Dia menambahkan kepemimpinan Arab Saudi mengambil langkah-langkah yang dipercepat untuk mempromosikan posisi global Kerajaan dalam penelitian ilmiah dengan membentuk Otoritas Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

El-Desouki mengatakan badan tersebut akan meningkatkan peringkat kompetitif Kerajaan dalam penelitian ilmiah dan mengkonsolidasikan posisi globalnya yang terdepan, yang akan membantu mencapai tujuan Visi 2030 dan membantu bergerak menuju ekonomi berbasis inovasi.

Dalam peringkat, Kerajaan mempertahankan posisinya sebagai kontributor terbesar di antara negara-negara Arab untuk semua ilmu alam, dan merupakan kontributor terbesar kedua di antara pengelompokan Asia Barat, Timur Tengah, dan Afrika. Kerajaan juga menduduki peringkat teratas negara-negara Arab di keempat disiplin ilmu alam unik yang dianalisis.

Awal tahun lalu, analisis oleh King Abdullah Petroleum Studies and Research Center menunjukkan bahwa Arab Saudi telah menjadi pengurang emisi tercepat ketiga dari konsumsi bahan bakar di antara negara-negara G20. Ditemukan bahwa emisi CO2 di Kerajaan telah turun 26 juta ton, turun sekitar 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Arab Saudi juga telah memelopori kerangka Circular Carbon Economy (CCE) sebagai cara untuk mengatasi tantangan perubahan iklim. Pendekatan ini didukung dengan suara bulat tahun lalu di KTT G20 para pemimpin dunia di bawah kepresidenan Arab Saudi.

CCE menganjurkan pengurangan, daur ulang...