Selasa 07 Sep 2021 19:03 WIB

KH Abdul Hamid Mendakwahkan Islam dengan Lembut (II)

Dalam memberikan nasihat, Kiai Abdul Hamid akan menyampaikannya secara halus.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Pondok Pesantren
Foto:

Keranda itu berjalan dari satu tangan ke tangan lain karena saat itu orang tak bisa berjalan sakingpadatnya. Terjadi tarikmenarik di antara mereka. Misalnya, ketika hendak keluar dari kompleks pondok, sebagian orang hendak membawanya keluar dari gerbang barat, sebagian lainnya ke arah gerbang timur. Sampai di masjid pun demikian.

Dilaporkan, jamaah yang melakukan sholat jenazah saat itu meluber. Diperkirakan jumlah mereka mencapai ratusan ribu orang. Sahabat karib almarhum Kiai Hamid sekaligus Rais Aam PBNU, KH Ali Maksum, bertindak sebagai imam shalat Setelah shalat Ashar, jasad beliau disemayamkan di kompleks makam sebelah barat masjid Agung al-Anwar Pasuruan.

 Kompleks ini memang diperuntukkan bagi para kiai dan habaib. Di sana antara lain ada makam Habib Ja'far bin Syaikhon Asse gaff (guru Kiai Hamid), Kiai Achmad Qusyairi (paman sekaligus mertua Kiai Hamid), dan Kiai Achmad bin Sahal (ipar Kiai Hamid).

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement