Dua Tahanan Palestina Kembali Ditangkap Israel

Ahad , 12 Sep 2021, 03:03 WIB Redaktur : Agung Sasongko
 Seorang pekerja Palestina melintasi bagian pagar pemisah Israel yang rusak, pulang ke rumah setelah seharian bekerja di Israel, di desa Jalameh, Tepi Barat, dekat Jenin, Senin, 6 September 2021. Israel melancarkan perburuan besar-besaran di negara itu. utara dan Tepi Barat yang diduduki Senin pagi setelah enam tahanan Palestina keluar dari sel mereka dan melarikan diri semalam dari fasilitas keamanan tinggi dalam pelarian yang sangat langka.
Seorang pekerja Palestina melintasi bagian pagar pemisah Israel yang rusak, pulang ke rumah setelah seharian bekerja di Israel, di desa Jalameh, Tepi Barat, dekat Jenin, Senin, 6 September 2021. Israel melancarkan perburuan besar-besaran di negara itu. utara dan Tepi Barat yang diduduki Senin pagi setelah enam tahanan Palestina keluar dari sel mereka dan melarikan diri semalam dari fasilitas keamanan tinggi dalam pelarian yang sangat langka.

IHRAM.CO.ID,  NAZARETH --  Dua dari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara Israel ditemukan bersembunyi di tempat parkir truk di sebuah desa Arab di Israel utara, dekat kota Nazareth.

 

Terkait

Rekaman video yang dibagikan oleh Polisi Israel menunjukkan, petugas membawa kedua tahanan yang kabur dengan penutup mata dan borgol. Petugas membawa mereka ke dalam kendaraan polisi. Beberapa jam sebelumnya, polisi Israel telah menangkap dua tahanan lainnya, sehingga total tahanan yang telah ditangkap menjadi empat. Sementara  dua sisanya masih buron. 

Baca Juga

Salah satu pria yang ditangkap pada Sabtu pagi adalah Zakaria Zubeidi, yang merupakan mantan komandan kelompok bersenjata Brigade Martir Al Aqsa Fatah di kota Jenin, Tepi Barat. Zubeidi sebelumnya pernah menerima amnesti Israel. Dia kembali ditangkap oleh Israel pada 2019, karena diduga terlibat dalam penembakan. Sementara lima tahanan lainnya adalah anggota kelompok militan Jihad Islam

Di seberang Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, warga Palestina menggelar aksi protes untuk mendukung para tahanan yang melarikan diri tersebut. Mereka dinilai sebagai pahlawan dalam perjuangan Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka dan merebut kembali wilayah yang dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah 1967. Israel mengatakan warga Palestina yang terlibat dalam kegiatan kekerasan anti-Israel, merupakan bagian dari teroris.