Selasa 05 Oct 2021 17:40 WIB

KH Muslih Al-Maraqi Ulama Berjiwa Patriot (I)

Kecintaan KH Muslih al-Maraqi terhadap Tanah Air begitu nyata.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Ulama tempo dulu mengajar para santrinya.
Foto:

Ayahanda Kiai Muslih itu merupakan pendiri Pondok Pesantren Suburan Mranggen Demak. Lembaga yang dibentuk pada 1901 itu mulanya adalah langgar dengan tambahan ruang serbaguna di dekatnya.

Lama kelamaan, jumlah murid majelis ilmu yang digelar di sana melebihi kapasi tas. Maka, secara gotong royong didirikanlah pesantren, lengkap dengan masjid dan pondok tempat santri menginap. 

Kiai, Abdurrahman menikah dengan Shofiyyah. Ibunda Kiai Muslih itu masih keturunan seorang wali songo lainnya, yakni Sunan Ampel. Dalam buku Sejarah Seabad Pondok Pesantren Futuhiyyah disebutkan bahwa perempuan ini memiliki garis keturunan langsung dengan Ratu Kalinyamat bin Sultan Trenggono bin Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak ituRaden Patah- -merupakan menantu dari Sunan Ampel.

Muslih kecil memperoleh pendidikan pertama dari kedua orang tuanya. Dari ayahnya, Kiai Abdurrahman, ia mendapatkan ilmu mengaji Alquran dan dasar-dasar keislaman. Setelah memiliki bekal dasar-dasar agama, ia pun mulai melakukan rihlah keilmuan. Itu diawalinya dengan mengaji kepada Kiai Ibrahim Yahya di Brumbung, Mranggen.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement