Kamis 07 Oct 2021 14:46 WIB

Tagihan Listrik Afghanistan Membengkak

Afghanistan terancam tak mendapatkan pasokan listrik.

Rep: Rizki Jaramaya/ Red: Agung Sasongko
Pedagang kaki lima Afghanistan menunggu pelanggan di Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 28 September 2021.
Foto: AP/Bernat Armangue
Pedagang kaki lima Afghanistan menunggu pelanggan di Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 28 September 2021.

IHRAM.CO.ID,KABUL --  Afghanistan belum membayar tagihan listrik kepada negara-negara tetangga yang memasok sekitar 78 persen dari kebutuhan listriknya. Hal ini menimbulkan masalah baru bagi pemerintahan Afghanistan yang kini dipegang oleh Taliban.  

Afghanistan biasanya membayar 20 juta dolar AS hingga 25 juta dolar AS per bulan secara total ke Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Iran. Penjabat CEO Da Afghanistan Breshna Sherkat, Safiullah Ahmadzai, mengatakan, jumlah tagihan yang saat ini belum dibayar mencapai 62 juta dolar AS. Menurut Ahmadzai, negara-negara pemasok dapat memotong pasokan listrik kapan saja.

Baca Juga

“Kami telah meminta kepada UNAMA di Kabul untuk membantu rakyat Afghanistan membayar pemasok listrik sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan mereka,” kata Ahmadzai melalui telepon, merujuk pada Misi Bantuan PBB di Afghanistan, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (6/10).

Ahmadzai mengatakan, pihaknya meminta bantuan dana sekitar 90 juta dolar AS, karena tagihan yang belum dibayar akan melonjak menjadi sekitar 85 juta dolar AS dalam seminggu. Ahmadzai mengatakan, misi PBB belum menanggapi permintaan bantuan tersebut.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement