Selasa 12 Oct 2021 06:29 WIB

Kumandangkan Adzan Diizinkan Berkumandang di Cologne

Masjid Agung Cologne dan 35 masjid lain diizinkan mengumandakan adzan.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko
  Hal ini terlihat pada bagian kubah masjid yang tidak berbentuk separuh bola ataupun berbentuk kerucut (makhrut), setengah oval (al-ihliji), silinder (ustuwani), dan berbentuk bawang lancip ke atas. Bila umumnya kubah masjid berbentuk setengah lingkaran, kubah pada bangunan Masjid Cologne lebih mengedepankan gaya arsitektur di era modern, yakni bentuk kubah geodesi.
Foto: EPA/Hening Keiser
Hal ini terlihat pada bagian kubah masjid yang tidak berbentuk separuh bola ataupun berbentuk kerucut (makhrut), setengah oval (al-ihliji), silinder (ustuwani), dan berbentuk bawang lancip ke atas. Bila umumnya kubah masjid berbentuk setengah lingkaran, kubah pada bangunan Masjid Cologne lebih mengedepankan gaya arsitektur di era modern, yakni bentuk kubah geodesi.

IHRAM.CO.ID, COLOGNE -- Masjid Agung Cologne dan 35 masjid lain diizinkan mengumandangkan adzan melalui pengeras suara. Izin tersebut merupakan kesepakatan antara Dewan Kota Cologne dan Komunitas Muslim. 

Masjid Agung Cologne yang terbesar di Jerman telah menjadi titik nyala sentimen anti-Muslim dari partai sayap kanan. Setelah sebagian dibiayai oleh sumbangan dari otoritas urusan agama pemerintah Turki di Jerman (DITIB) masjid ini juga menjadi sumber perdebatan utama sejak pembangunannya.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan  secara resmi meresmikan masjid itu  sendiri selama kunjungan kontroversial ke Jerman pada September 2018.

Meski keputusan untuk mengizinkan adzan disambut baik oleh komunitas Muslim di kota itu, namun keputusan itu menuai kritik di media sosial. Selama akhir pekan, Wali Kota Cologne Henriette Reker membela kebijakan tersebut.

 

"Ada banyak diskusi mengenai proyek #Muezzin-Ruf (seruan Muslim). Cologne adalah kota kebebasan dan keragaman [agama]," kata Reker di Twitter seperti dilansir DW pada Selasa (12/10).

"Mereka yang tiba di stasiun kereta utama disambut oleh katedral dan diiringi lonceng gereja. Banyak warga Cologne yang beragama Islam. Mengizinkan adzan bagi saya merupakan tanda hormat," tambahnya. 

Sekitar 4,5 juta Muslim tinggal di Jerman, yang merupakan kelompok minoritas agama terbesar di negara itu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement