Selasa 12 Oct 2021 09:00 WIB

Afghanistan Berharap Dunia Internasional Bantu Cegah Krisis

Afghanistan berharap dunia internasional bantu cegah krisis ekonomi.

Rep: Rizki Jaramaya/ Red: Agung Sasongko
Bendera Taliban dipasang di depan sepeda motor di Kabul, Afghanistan, Selasa, 28 September 2021.
Foto: AP/Bernat Armangue
Bendera Taliban dipasang di depan sepeda motor di Kabul, Afghanistan, Selasa, 28 September 2021.

IHRAM.CO.ID,KABUL --  Pemerintahan baru Taliban telah mendorong dunia internasional untuk membangun hubungan dam membantu mencegah krisis ekonomi di Afghanistan.

"Masyarakat internasional perlu mulai bekerja sama dengan kami. Dengan (kerja sama) ini kita akan dapat menghentikan rasa tidak aman dan pada saat yang sama kita akan dapat terlibat secara positif dengan dunia," ujar Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi, Senin (11/10)

Baca Juga

Muttaqi mengatakan, pemerintah Imarah Islam Taliban bergerak dengan hati-hati. Muttaqi menambahkan, pemerintahan Taliban baru berjalan selama beberapa pekan dengan berbagai keterbatasan sumber keuangan.

Menurut Muttaqi, pemerintah Imarah Islam Taliban membutuhkan waktu untuk menyusun reformasi kebijakan, setelah pasukan asing meninggalkan Afghanistan. Pemerintahan Taliban berbeda dengan pemerintahan Afghanistan sebelumnya yang memiliki sumber keuangan dan dukungan internasional.

"Mereka memiliki banyak sumber keuangan dan mereka memiliki dukungan internasional yang kuat, tetapi pada saat yang sama Anda meminta kami untuk melakukan semua reformasi dalam dua bulan?," kata Muttaqi.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement