Muslim New Jersey Minta Sekolah Kenalkan Islam ke Para Guru

Rabu , 13 Oct 2021, 02:10 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Agung Sasongko
Distrik Sekolah Orange-Maplewood Selatan sedang menyelidiki klaim guru di Sekolah Dasar Seth Boyden di Maplewood, Amerika Serikat yang melepaskan jilbab siswa kelas dua. Pernyataan itu muncul setelah unggahan Instagram dari Peraih Medali Perunggu Olimpiade Bidang Anggar tahun 2016 dan Atlet Olimpiade Muslim Amerika Ibtihaj Muhammad.
Distrik Sekolah Orange-Maplewood Selatan sedang menyelidiki klaim guru di Sekolah Dasar Seth Boyden di Maplewood, Amerika Serikat yang melepaskan jilbab siswa kelas dua. Pernyataan itu muncul setelah unggahan Instagram dari Peraih Medali Perunggu Olimpiade Bidang Anggar tahun 2016 dan Atlet Olimpiade Muslim Amerika Ibtihaj Muhammad.

IHRAM.CO.ID, NEW JERSEY -- Permasalahan yang melibatkan guru di sebuah sekolah di Maplewood, New Jersey, AS, terus berlanjut. Guru tersebut dituding melakukan diskriminasi terhadap seorang siswi Muslim yaitu dengan memaksa melepas jilbab.

 

Terkait

Bagian New Jersey dari Council on American-Islamic Relations (CAIR NJ), sebuah kelompok advokasi hak-hak sipil untuk Muslim, meminta agar guru yang bersangkutan dipecat. Karena guru itu tidak hanya meletakkan tangan di atas kepala tapi sampai menarik hingga terlepas jilbabnya.

Baca Juga

"Ini tentu saja memalukan bagi setiap wanita Muslim karena diekspos dengan cara ini di depan umum," kata Direktur Eksekutif CAIR NJ, Selaedin Maksut, dilansir dari laman Kmov, Selasa (12/10).

CAIR NJ mendesak pihak sekolah mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi masalah ini. Mereka meminta agar sekolah melatih para guru dan pendidiknya serta mengadopsi kurikulum bagi para siswa untuk belajar lebih banyak tentang Islam dan Muslim.

Dalam sebuah pernyataan, pihak sekolah menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki perbuatan yang dilakukan staf pengajarnya. "Terlepas dari hasil penyelidikan nanti, kami berkomitmen melakukan praktik restoratif untuk membantu siswa, staf, dan keluarga kami memproses kerusakan sosial-emosional ini," katanya.