Kamis 21 Oct 2021 08:00 WIB

Laporan: Permusuhan terhadap Muslim Sri Lanka Meningkat

Permusuhan terhadap Muslim di Sri Lanka mengalami peningkatan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Muslim Sri Langka
Muslim Sri Langka

IHRAM.CO.ID, KOLOMBO -- Permusuhan terhadap Muslim di Sri Lanka mengalami peningkatan, utamanya setelah terjadi serangan bom Paskah.  Hal ini disampaikan Amnesty International dalam sebuah laporan yang baru-baru ini dirilis.

Amnesty International dalam laporannya juga mendesak pihak berwenang untuk menghentikan tren yang mengkhawatirkan, serta meminta pertanggungjawaban pelaku. Laporan yang diberi judul 'From Burning Houses to Burning Bodies: Anti-Muslim Harassment, Discrimination and Violence in Sri Lanka' ini dikeluarkan pada 17 Oktober.

Baca Juga

Laporan tersebut mendokumentasikan kebangkitan sentimen anti-Muslim di Sri Lanka sejak 2013, yang diwarnai dengan kebangkitan nasionalisme Buddha-Sinhala. Kondisi ini lantas meningkatkan diskriminasi terhadap Muslim.

Serangkaian serangan dilakukan, mulai dari aksi massa berujung impunitas, hingga kebijakan diskriminatif pemerintah, salah satunya kremasi paksa korban Covid-19 Muslim.

 

Dalam laporan yang sama, Pemerintah Sri Lanka disebut harus mengakhiri diskriminasi, pelecehan dan kekerasan yang konsisten terhadap komunitas Muslim, serta menghapus kebijakan negara yang secara eksplisit menargetkan kelompok minoritas.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement