12 Masjid di Malaysia Jadi Tempat Konseling KDRT

Kamis , 28 Oct 2021, 10:13 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Agung Sasongko
Umat Islam Malaysia berangkat usai salat Jumat di sebuah masjid di Kuala Lumpur, Malaysia, 01 Oktober 2021. Umat Islam di Kuala Lumpur dan Putrajaya diizinkan untuk mengikuti salat Jumat dengan kapasitas masjid yang sebenarnya dengan tetap menjaga prosedur jarak sosial 1,5 meter.
Umat Islam Malaysia berangkat usai salat Jumat di sebuah masjid di Kuala Lumpur, Malaysia, 01 Oktober 2021. Umat Islam di Kuala Lumpur dan Putrajaya diizinkan untuk mengikuti salat Jumat dengan kapasitas masjid yang sebenarnya dengan tetap menjaga prosedur jarak sosial 1,5 meter.

IHRAM.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia membuat program menjadikan masjid sebagai pusat pengaduan bagi korban kekerasan dalam rumah tangga. Rencananya akan ada 12 masjid yang disiapkan sebagai tempat pengaduan.

 

Terkait

Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Pengembangan Perempuan, Keluarga dan Masyarakat dan Wilayah Federal Departemen Agama Islam (Jawi) dimulai Mei lalu. Inisiatif ini muncul setelah lonjakan kasus kekerasan dalam rumah tangga dilaporkan selama pandemi Covid-19.

Baca Juga

Wakil Menteri Pembangunan Perempuan, Keluarga dan Masyarakat Datuk Siti Zailah Mohd Yusoff mengatakan, diskusi dengan beberapa negara bagian termasuk Perlis, Kelantan, Penang dan Negri Sembilan saat ini sedang berlangsung untuk menyelesaikan rincian tertentu. Seperti masjid mana yang harus menjadi pusat transit para korban ini tanpa memandang agama dan jenis kelamin.

Selangor diketahui akan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk melaksanakan program tersebut.

“Selama ini Perlis sudah mengusulkan dua masjid, sedangkan Kelantan, Penang dan Negri Sembilan sudah menyatakan kesiapannya,” ujar Siti Zailah dilansir dari The Sun Daily, Kamis (28/10).

Dia menambahkan bahwa 12 masjid telah dipilih di Kuala Lumpur dan mereka akan memberikan layanan konseling kepada korban kekerasan dalam rumah tangga. Saat ini ujarnya, baru ada satu korban kekerasan dalam rumah tangga yang mencari perlindungan di masjid Wilayah Federal.