Sabtu 23 Apr 2022 09:44 WIB

Tren Wisata Walking Tour di Jerman dan Indonesia

Biasanya destinasi yang ditawarkan ialah kawasan perkotaan tua yang memiliki nilai sejarah. Setiap walking tour ditemani seorang pemandu wisata. Oleh Ayyuma Raizha.

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle
Privat
Privat

Saat ini pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terdampak ketika adanya pandemi ini. Bagaimana tidak? Semua aktivitas pariwisata di berbagai negara termasuk Indonesia dan Jerman harus dibatasi bahkan dilarang untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

Pada tulisan kali ini, saya ingin mengajak Anda melihat kilas balik sebuah tren wisata yang cukup terkenal di Jerman dan mulai digemari di Indonesia. Walking tour adalah sebuah cara untuk menikmati wisata dengan berjalan kaki. Biasanya destinasi yang ditawarkan ialah kawasan perkotaan tua yang memiliki nilai sejarah, dan uniknya di setiap walking tour pasti ditemani oleh seorang pemandu wisata.

Baca Juga

Tujuan utama dari wisata jalan kaki ini ialah untuk mengenal lebih dekat sejarah dari destinasi tersebut dengan merasakan langsung vibes serta atmosfer masa lalunya. Karena walking tour memang berfokus pada warisan budaya dan sejarah. Jadi, tak heran lagi jika cara berwisata ini pasti digemari oleh penikmat sejarah dan hal-hal lawas. Tetapi tidak semuanya yang mengikuti tur ini para pecinta sejarah. Biasanya juga banyak diikuti oleh pegiat fotografi yang ingin berburu foto bangunan berarsitektur kuno. Walking tour ini bisa dilakukan secara privat ataupun berkelompok.

D Jerman banyak agen tur dan travel yang menawarkan walking tour untuk mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan bangunan tua yang ada di setiap kota seperti: Discover Berlin Walking Tour, Hitler and The Third Reich Munich Walking Tour, Heidelberg Old Town Tour, Elbphilharmonie Hamburg Guided Walking Tour, dan masih banyak lagi.

 

Peminat walking tour di Jerman didominasi oleh wisatawan asing karena dengan adanya pemandu wisata itu sangat membantu mereka dalam berkomunikasi. Alasan lainnya yaitu hampir di setiap sudut kota di Jerman memang ada bangunan cagar budaya yang indah dan terawat.

Sedangkan di Indonesia kemunculan walking tour saat ini sudah mulai diminati. Awalnya walking tour di Indonesia hanya dilakukan oleh para komunitas tertentu saja, tetapi seiring perkembangan pariwisata, walking tour kini menjadi salah satu cara berwisata yang baru. Hal ini ditunjukkan dengan agen-agen yang mulai bermunculan menawarkan wisata walking tour. Seperti Jakarta Walking Tour by Jktt Good Guide, Jogja Walking Tour by Jog Good Guide, Semarang Walking Tour by Bersukaria Walk, Surabaya Walking Tour by Bersukaria Walk Sby, dan masih banyak lagi walking tour yang ditawarkan di berbagai kota.

Penulis sendiri pernah mencoba sensasi walking tour di Surabaya by Bersukaria Walk Sby dengan rute Kota Eropa di Surabaya. Di sana penulis dan para wisatawan diajak menelusuri pusatnya orang Eropa di Surabaya pada zaman dahulu. Ditemani oleh seorang Story Teller, ini adalah sebutan lain untuk pemandu wisata di Bersukaria Tour.

Sambil berjalan sang Story Teller menceritakan sejarah atau fakta unik yang ada di setiap sudut jalan atau lingkungan tersebut. Seperti ketika melewati depan Gedung Internatio yang menurut beberapa sejarawan disinyalir menjadi lokasi dimana Jenderal A.W.S Mallaby terbunuh. Saat sampai di setiap bangunan tujuan, mulailah Story Teller bercerita dengan lengkap dengan cara penyampaian yang seru, santai, dan tidak membosankan.

Menurut penulis, mendengar sebuah cerita sejarah sambil mengunjungi tempatnya secara langsung memang sangat menarik. Karena serasa ikut memasuki dimensi waktu pada masa itu. Tak kalah pentingnya yaitu bisa berburu foto juga. Di rute Kota Eropa ini ternyata banyak tempat bersejarah, terutama bangunan ala kolonial yang belum banyak orang tahu dan bisa dieksplor seperti Kantor PT. Perkebunan Nusantara XI, Pabrik Sirup lawas "Limun”, Gedung Internatio, Penjara Kalisosok, dan masih banyak lagi.

Selain itu, mengikuti walking tour juga memiliki sisi positif dalam kesehatan. Dengan berjalan kaki sambil menikmati tur maka kita berolahraga sekaligus refreshing sehingga bisa mengurangi stress. Oleh karena itu, walking tour bisa menjadi pilihan bagi para penimat wisata yang ingin mencoba sensasi baru dalam berwisata, tentunya ketika pandemi sudah berakhir.

*Ayyuma Raizha adalah mahasiswa S1 program studi Sastra Jerman di Universitas Negeri Surabaya.

**DWNesiaBlog menerima kiriman blog tentang pengalaman unik Anda ketika berada di Jerman atau Eropa. Atau untuk orang Jerman, pengalaman unik di Indonesia. Kirimkan tulisan Anda lewat mail ke: [email protected]. Sertakan 1 foto profil dan dua atau lebih foto untuk ilustrasi. Foto-foto yang dikirim adalah foto buatan sendiri. (hp)

sumber : https://www.dw.com/id/tren-wisata-walking-tour-di-jerman-dan-indonesia/a-58985615?maca=ind-VAS_ID_Ihram_softnews-33855-xml-media
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement