Senin 15 Nov 2021 02:00 WIB

Fairouz Gaballa Merasa Nyaman Menjadi Atlet Berjilbab

Fairouz Gaballa merupakan seorang atlet lari lintas alam atau Cross County.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Muslim Kanada

Gaballa merupakan warga Mesir yang berimigrasi ke Inggris. Namun, ia dibesarkan di PEI dan berbicara bahasa Inggris dengan lancar, menggunakan aksen Kanada.

Terlepas dari apakah ada orang yang mau mengakuinya atau tidak, ia sendiri menyebut banyak menemukan guru atau murid yang mendiskriminasi siswa lain yang terlihat berbeda.

Ia merasakan perubahan, dari seorang teman menjadi "teroris" atau "kepala handuk", serta orang-orang yang mulai menghindari dirinya. Tinggal di P.E.I. membuatnya sangat sulit, karena kondisi pada saat itu yang tidak beragam seperti sekarang.

"Di tahun 2021, masih ada orang fanatik yang berpikir setiap individu yang mengenakan jilbab secara otomatis menjadi pengungsi atau "teroris", atau manusia yang mengerikan," ucap dia.

Saat mengenakan jilbab, ia telah menjadi bagian dari dua cabang olahraga. Dari 2016 hingga 2020, ia adalah bagian dari Charlottetown Martial Arts, di mana saya berkompetisi di banyak turnamen dan beberapa kejuaraan. Selain ia dan adiknya, hanya ada satu peserta perempuan lain yang berhijab dan dia bukan dari pulau tersebut.

Gaballa sendiri bergabung dengan tim atletik di tahun terakhir sekolah menengah, pada 2019. Saat ini, ia bergabung dengan tim jarak jauh putri di UPEI dab lagi-lagi menjadi satu-satunya atlet di tim yang memakai hijab.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement