Ketika Umat Non Muslim Saksikan Sholat Jumat di India

Selasa , 30 Nov 2021, 10:00 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Masjid Cheraman Jumah di Kerala, India.
Masjid Cheraman Jumah di Kerala, India.

Swami Asparshananda dari Vishwagaji Mutt di Cherthala, distrik Alappuzha, menyampaikan sepatah kata saat pertemuan setelah sholat Jumat. Ia mengatakan inisiatif masjid ini akan mempromosikan persahabatan komunal.

 

Terkait

Transparansi semacam ini juga disebut akan membantu orang lain memahami apa yang terjadi selama sholat. “Setiap orang harus memiliki hati yang besar untuk menerima agama lain dan kita tidak boleh merasa agamanya sendiri adalah yang terbesar. Lebih penting untuk mengatakan 'Saya seorang manusia' daripada 'Saya menganut agama ini atau itu'," ucap  dia.

PP Chitharanjan, Alappuzha MLA dan pemimpin CPM, menghadiri doa bersama dengan anggota komite negara partai G. Sudhakaran. Chitharanjan mengatakan prakarsa masjid ini adalah kesempatan untuk melihat bagaimana manusia menjadi satu, utamanya saat propaganda palsu sedang dilepaskan tentang sistem kepercayaan dan kebiasaan makanan.

Kelompok-kelompok Hindu dan Kristen telah melancarkan kampanye di Kerala terhadap makanan halal (sesuai Syariah). Sebuah tuduhan palsu disampaikan dan mangatakan makanan itu disiapkan dengan meludah ke dalamnya.

Di Gurgaon, sholat Jumat di ruang publik telah berulang kali diganggu oleh para aktivis Sangh parivar, yang meneriakkan slogan dan asosiasi warga Hindu.