Cuaca dan Sisa Material Hambat Penanganan Erupsi Semeru 

Ahad , 05 Dec 2021, 17:28 WIB Reporter :Wilda Fizriyani/ Redaktur : Agung Sasongko
Warga berfoto di kawasan jalan menuju Gladak Perak yang tertutup material guguran awan panas letusan Gunung Semeru di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). Dampak letusan Gunung Semeru menyebabkan sejumlah jalan penghubung jalur Lumajang-Malang tersebut tertutup dan jembatan putus.
Warga berfoto di kawasan jalan menuju Gladak Perak yang tertutup material guguran awan panas letusan Gunung Semeru di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). Dampak letusan Gunung Semeru menyebabkan sejumlah jalan penghubung jalur Lumajang-Malang tersebut tertutup dan jembatan putus.

Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas. Guguran ini dilaporkan mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB.

 

Terkait

Menurut Muhari, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro telah melaporkan adanya getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter. Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas. Hal tersebut teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.  

"Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik," jelasnya.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500 hingga 800 meter. Pusat gugurannya berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.