Arab Saudi Kirim Dua Pesawat Bantuan ke Afghanistan

Jumat , 17 Dec 2021, 06:40 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Ani Nursalikah
Arab Saudi Kirim Dua Pesawat Bantuan ke Afghanistan. Lina menggendong bayi laki-lakinya, Osman, saat ia menjalani perawatan di bangsal gizi buruk Rumah Sakit Anak Nasional Ataturk di Kabul, Afghanistan, Kamis, 2 Desember 2021. Menurut angka PBB dari awal November, hampir 24 juta orang di Afghanistan, sekitar 60% persen dari populasi, menderita kelaparan akut, termasuk 8,7 juta yang hidup di dekat kelaparan.
Arab Saudi Kirim Dua Pesawat Bantuan ke Afghanistan. Lina menggendong bayi laki-lakinya, Osman, saat ia menjalani perawatan di bangsal gizi buruk Rumah Sakit Anak Nasional Ataturk di Kabul, Afghanistan, Kamis, 2 Desember 2021. Menurut angka PBB dari awal November, hampir 24 juta orang di Afghanistan, sekitar 60% persen dari populasi, menderita kelaparan akut, termasuk 8,7 juta yang hidup di dekat kelaparan.

IHRAM.CO.ID, KABUL -- Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) telah mengirim dua pesawat bantuan ke negara yang sedang dilanda krisis, Afghanistan. Pesawat itu membawa 1.647 keranjang makanan dan 192 tas bantuan menurut kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), Kamis (16/12).

 

Terkait

Dilansir dari Al Arabiya, Kamis, Pengawas Umum KSrelief, Abdullah al-Rabeeah menyatakan bantuan itu datang melalui implementasi arahan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Al-Rabeeah juga mengatakan jembatan udara bantuan Saudi ke Afghanistan mencakup pengoperasian enam pesawat bantuan, yang membawa makanan dan bantuan penting, dengan berat 197 ton dan 238 kilogram.

Baca Juga

KSrelief akan mengirimkan bantuan lebih lanjut yang dibawa oleh 200 truk bantuan, yang akan diluncurkan melalui konvoi darat dari Pakistan dan didistribusikan ke keluarga di Afghanistan. KSrelief adalah lembaga kemanusiaan Arab Saudi, yang mengelola, mengoordinasikan, dan mengawasi bantuan internasional Kerajaan. 

Menghadapi krisis ini, UNICEF telah meminta dana dua miliar dolar AS dari para donor untuk merespons krisis kemanusiaan di Afghanistan, termasuk merawat satu juta anak dengan kekurangan gizi akut di sana. Itu permintaan terbesar yang pernah dibuat badan PBB untuk anak-anak tersebut.

Menurut UNICEF, sepanjang 2021, ada lebih dari 60 ribu kasus campak dilaporkan di Afghanistan. Sebanyak 10 juta anak di sana kemungkinan telah putus sekolah. Dana 2 miliar dolar AS yang diminta UNICEF akan digunakan untuk mencegah runtuhnya sistem kesehatan, gizi, dan pelayanan sosial esensial lainnya bagi anak serta keluarga. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini