The Groves, Mahakarya Perpaduan Budaya dan Alam

Senin , 20 Dec 2021, 13:43 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Hafil
The Groves, Mahakarya Perpaduan Budaya dan Alam
The Groves, Mahakarya Perpaduan Budaya dan Alam

IHRAM.CO.ID,RIYADH—Siham Hassanain, wanita di ballik kesuksesan Groves, salah satu dari 14 zona populer di Riyadh Season tahun ini, memberikan rahasianya dalam merealisasikan proyek indah itu hanya dalam waktu 45 hari. 

 

Terkait

“Perencanaannya dimulai dari Januari hingga September. Kami hanya punya waktu 45 hari untuk menyusunnya,” kata Siham Hassanain, yang menjabar sebagai manajer umum Groves.

Baca Juga

“Semua desain dikerjakan oleh tangan Saudi. Semua restoran adalah milik lokal, pencahayaan, konstruksi hingga penyelenggara proyek semua berasal dari Saudi. Zona ini dibangun oleh perusahaan lokal bernama Zivix International Holding,” tambahnya.

Inisiasi untuk menciptakan The Groves, yang saat ini berlokasi di Diplomatic Quarter, yang terletak di Taman Al-Khuzama, salah satu ruang hijau terkenal di Riyadh di Wadi Hanifah ini dimulai pada 2019, ketika Hassanain pertama kali memasuki taman dan langsung jatuh cinta pada keindahannya. 

Hassanain mengatakan dia meneliti tempat itu dan menemukan bahwa taman itu dibangun 38 tahun yang lalu ketika kawasan diplomatik didirikan. “Hal pertama yang muncul di benak saya adalah Taman Al-Khuzama. Saya tidak menyangka sama sekali, bahkan tidak 1 persen, bahwa zona ini akan menjadi kenyataan. Tapi saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus mengerahkan seluruh energi saya di tempat ini,” kata Hassanain.

Setelah Hassanain mengajukan idenya ke GEA, dia terpilih sebagai salah satu dari 20 inisiatif pemenang untuk Riyadh Season dan konsepnya memenangkan tempat pertama.

“Ketika pengumuman itu keluar, saya senang dan bersemangat selama lima menit pertama, kemudian rasa tanggung jawab muncul,” katanya.

Dia mengaku menghadapi banyak tantangan saat melaksanakan proyek karena semuanya dilakukan dengan tangan untuk memastikan tidak ada tanaman atau pohon yang hancur.

Dia mengatakan dia memiliki tim yang luar biasa yang membantunya dan percaya serta mencintai konsep itu lebih dari yang dia lakukan. 

“Saya cemas mereka bersemangat, saya gugup mereka menikmatinya … jadi perasaan ini menciptakan keseimbangan,” ujarnya. 

Hassanain mencatat bahwa di masa lalu, perempuan Saudi menghadapi beberapa hambatan untuk menjadi bagian dari pembangunan negara. “Jika bukan karena dukungan dan visi Putra Mahkota Muhammad bin Salman, ini tidak akan ada,” katanya.

“Jika kita membandingkan zona Boulevard Riyadh City pada 2019 dengan zona pada 2021, Anda dapat melihat lompatan besar. Kami akan memukau seluruh dunia dan menjadi yang pertama di sektor hiburan.”

Sumber

https://www.arabnews.com/node/1983471/saudi-arabia

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini