Senin 27 Dec 2021 20:04 WIB

Sekjen MUI: Tahun Baru Cukup di Rumah untuk Merenung

Pergantian tahun Masehi dinilai perlu dimanfaatkan sebagai momen bermuhasabah.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan.
Foto: dok. Istimewa
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA --  Pergantian tahun Masehi dinilai perlu dimanfaatkan sebagai momen bermuhasabah atau introspeksi. Misalnya, dengan merenungi apa kontribusi yang telah dan harus diberikan untuk menjadikan Indonesia bangsa yang berdaulat.

"Yang menjalankan amanat konstitusi, peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini, untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur," tutur Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan kepada Republika.co.id, Senin (27/12).

Baca Juga

Buya Amirsyah menambahkan, sebagai umat beragama, apapun agama yang dianut, sudah sepatutnya bersyukur dan mengingat bahwa usia pada hakekatnya itu tidak bertambah tetapi justru berkurang sebagaimana yang ditakdirkan oleh Allah SWT.

"Usia seseorang misalnya 70 tahun, maka tentu semakin berkurang, sedangkan amanah semakin bertambah berat karena sebagai umat beragama, amanahnya tentu bertambah," tutur dia.

Karena itu, Buya Amirsyah mengingatkan, amanah itu wajib ditunaikan. Jika mengkhianati amanah, maka sama dengan mengkhianati apa yang telah dipercayakan kepadanya. Misalnya, diamanahkan sebagai warga negara yang baik, berarti harus menjalankannya dengan sebaik-baiknya.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement